Menuju konten utama

Apakah Ada Demo di Jakarta & Daerah 23 September 2025?

Demonstrasi massa terjadi di Jakarta dan daerah lainnya sepanjang September 2025, bagaimana dengan Selasa (23/9), akankah ada unjuk rasa?

Apakah Ada Demo di Jakarta & Daerah 23 September 2025?
Ilustrasi demo - Massa dari Aliansi Balikpapan Bergerak melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (1/9/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/nz

tirto.id - Demonstrasi sepanjang September 2025 berlangsung di Jakarta dan daerah-daerah lainnya. Bagaimana dengan Selasa, 23 September 2025 nanti?

Pada Senin (22/9), unjuk rasa dilakukan oleh kelompok massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Demonstrasi tersebut berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Selasa merupakan waktu yang berdekatan dengan Hari Tani Nasional yang dicanangkan sebagai waktu penyelenggaraan unjuk rasa oleh sejumlah pihak.

Berikut informasi demonstrasi massa untuk hari Selasa, 23 September di wilayah Jakarta maupun daerah-daerah lainnya.

Adakah Demo 23 September 2025 di Jakarta & Daerah?

Sejauh ini, belum ada informasi mengenai aksi demonstrasi pada 23 September 2025 di Jakarta. Seruan aksi yang banyak beredar kini adalah unjuk rasa pada lusa, yakni 24 September.

Sebelumnya, pada hari Senin, demonstrasi buruh KSPI dan KSPSI menghasilkan audiensi perwakilan massa aksi dan pimpinan DPR RI, termasuk Ketua DPR Puan Maharani.

Unjuk rasa kelompok buruh ini diikuti oleh ribuan massa yang memadati area depan Gedung DPR RI sejak siang hingga sore.

Beberapa tuntutan yang dibawa massa aksi tersebut antara lain adalah supremasi hukum, peningkatan upah minimum, penghapusan sistem kerja outsourcing, dan pengesahan RUU Ketenagakerjaan.

Unjuk rasa itu juga digunakan massa KSPI dan KSPSI untuk menyatakan dukungan terhadap penindakan hukum para pelaku pembakaran fasilitas publik dalam gelombang protes beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, pihaknya juga menggunakan unjuk rasa tersebut sebagai pernyataan bahwa pada 8 Oktober nanti akan diadakan apel kebangsaan kelompok buruh di sejumlah daerah.

Sedangkan, untuk demonstrasi pada 24 September mendatang, seruan aksi dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal tersebut.

Salah satu pihak yang akan menggelar aksi demonstrasi pada 24 September tersebut adalah Serikat Petani Indonesia (SPI), yang membawa tuntutan utama terkait pelaksanaan reforma agraria.

Dalam unjuk rasa tersebut, SPI berencana untuk membawa delapan tuntutan, dan menyoroti ketimpangan kepemilikan lahan serta lambatnya komitmen pemerintah untuk menjalankan reforma agraria yang diamanatkan UUPA 1960.

Demonstrasi massa SPI ini direncanakan terjadi di sejumlah titik di Jakarta, termasuk area DPR RI, Istana Negara, dan Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Seruan aksi peringatan Hari Tani Nasional juga dibuat oleh Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Dalam seruannya, aksi ini akan dihadiri ribuan massa petani dengan titik pusat aksi berada di depan Gedung DPR RI pada 24 September.

Unjuk rasa ini dimaksudkan untuk mendorong pelaksanaan reforma agraria sebagai solusi atas ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia, yang saat ini lebih banyak dikuasai segelintir korporasi dan pihak tertentu.

Dalam rilisan persnya, KPA menyebut bahwa ketimpangan tersebut membuat masalah turunan seperti kesulitan generasi muda mendapat hunian layak, berkurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan, dan konflik agraria berkepanjangan.

Berbeda dari Jakarta, demonstrasi di daerah belum lama ini terjadi di Pati, Jawa Tengah. Unjuk rasa ini dilakukan untuk mendorong pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Unjuk rasa itu terjadi pada 19 September lalu dan diikuti oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Dalam unjuk rasa itu, warga Pati membawa 13 tuntutan, seperti pemakzulan Sudewo dan desakan bagi partai politik untuk mengevaluasi para kadernya.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan