tirto.id - Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif selama ini dijalankan dengan berasaskan pada 3 landasan. Lantas, apa landasan politik luar negeri Indonesia?
Seperti negara-negara lain yang sama-sama berdaulat, Republik Indonesia pun menjalin kerja sama internasional. Agar kerja sama internasional membuahkan hasil positif bagi kepentingan nasional, Indonesia perlu menyusun strategi politik luar negeri yang tepat.
Politik luar negeri merupakan arah kebijakan suatu negara dalam mengatur hubungan dengan negara-negara lain. Kebijakan politik ini bagian dari kebijakan nasional, tetapi lingkupnya dunia internasional.
Mengutip modul Sejarah (2020) terbitan Kemdikbud, dasar pertimbangan dan alasan suatu negara menentukan negara lain menjadi negara sahabat yaitu mengenai aspek politik luar negeri yang ditetapkan pemerintah masing-masing.
3 Landasan Politik Luar Negeri Indonesia
Politik luar negeri memerlukan landasan demi menopang kebijakannya. Untuk NKRI yang bebas aktif, kebijakan politik luar negeri dilandasi dengan landasan idiil, landasan konstitusional, dan landasan operasional.
Apa yang dimaksud dengan 3 landasan politik luar negeri Indonesia itu? Berikut ini penjelasan mengenai landasan idiil, konstitusional, dan operasional.
1. Landasan Idiil
Landasan idiil bagi politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. Dengan demikian, kebijakan politik luar negeri Indonesia harus dijiwai dengan Pancasila dan mencerminkan ideologi bangsa tersebut.Pancasila telah menjadi dasar negara yang merupakan pedoman hidup bangsa sekaligus sumber hukum di Indonesia. Selain itu, Pancasila merupakan pedoman dasar untuk menjalani kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
2. Landasan Konstitusional
Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini termaktub pula di alinea 4 Pembukaan UUD 1945 yang memuat tujuan utama kemerdekaan Indonesia, yakni:"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. [....]."
3. Landasan Operasional
Landasan operasional politik luar negeri Indonesia sebenarnya dinamis karena mengikuti perkembangan zaman, dan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing pemerintahan pada masanya.Menukil Bagian Penjelasan UU Nomor 37 Tahun 1999, landasan operasional politik luar negeri Indonesia adalah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang menegaskan dasar, sifat, dan pedoman perjuangan mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XII (2018:208-2019) terbitan Kemdikbud, landasan operasional politik luar negeri Republik Indonesia terus berkembang dari masa ke masa, yang bisa dibagi dalam 3 zaman, yakni era Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi.
Pada masa periode Reformasi, yang dimulai dari masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, substansi landasan operasional politik luar negeri Indonesia dapat dilihat di Ketetapan (TAP) MPR RI No. IV/MPR/1999 tentang GBHN.
Di antara isi TAP MPR itu termasuk sasaran-sasaran yang harus dicapai dalam pelaksanaan politik dan hubungan luar negeri Indonesia, yaitu:
- menegaskan kembali pelaksanaan politik bebas dan aktif menuju pencapaian tujuan nasional;
- ikut serta di dalam perjanjian internasional dan peningkatan kerja sama untuk kepentingan rakyat Indonesia;
- memperbaiki performa, penampilan diplomat Indonesia dalam rangka suksesnya pelaksanaan diplomasi pro-aktif di semua bidang;
- meningkatkan kualitas diplomasi dalam rangka mencapai pemulihan ekonomi yang cepat melalui intensifikasi kerja sama regional dan internasional;
- mengintensifkan kesiapan Indonesia memasuki era perdagangan bebas;
- memperluas perjanjian ekstradisi dengan negara-negara tetangga;
- mengintensifkan kerja sama dengan negara-negara tetangga dalam kerangka ASEAN dengan tujuan memelihara stabilitas dan kemakmuran di wilayah Asia Tenggara.

Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada