Menuju konten utama

Israel Pakai Bom Thermobaric untuk Lenyapkan Rakyat Palestina

Israel diduga menggunakan bom thermobaric untuk memusnahkah ribuan rakyat Palestina. Simak penjelasan soal senjata khusus ini.

Israel Pakai Bom Thermobaric untuk Lenyapkan Rakyat Palestina
Palestinians leave their homes following Israeli bombardment on Gaza City, Monday, Oct. 30, 2023. (AP Photo/Abed Khaled)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banyak rakyat Palestina yang tidak dapat menemukan anggota keluarganya dalam keadaan hidup maupun berupa jasad setelah serangan Israel. Hal ini membuat publik berspekulasi apakah benar Israel telah menggunakan bom thermobaricuntuk melenyapkan mereka?

Bom thermobaric secara garis besar adalah sebuah senjata yang dapat menghasilkan gelombang panas hingga mencapai 3.500 derajat celcius. Dalam suhu tersebut, tubuh manusia bisa meleleh dan “menguap” tanpa bekas.

⁠Apa Itu Bom Thermobaric?

Dikutip dari jurnal yang ditulis Arthur van Coller, seorang Associate Professor, Fakultas Hukum, Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, senjata thermobaric adalah jenis senjata yang menimbulkan kerusakan melalui dua efek utama yakni gelombang ledakan yang sangat kuat (tekanan tinggi) dan panas yang ekstrem.

Selain dampak utama tersebut, senjata ini juga bisa menyebabkan bahaya tambahan, seperti serpihan yang beterbangan, berkurangnya oksigen di udara (yang bisa membuat orang sesak napas atau mati lemas), serta munculnya gas beracun dan asap berbahaya.

Di dunia internasional, ada berbagai perjanjian yang melarang atau mengatur penggunaan senjata yang menghasilkan gas beracun, racun, senjata kimia, atau senjata yang memang dirancang khusus untuk membakar (senjata pembakar).

Namun, senjata thermobaric pada dasarnya dirancang untuk menghasilkan ledakan besar, bukan secara khusus untuk menyebarkan racun atau membakar. Karena itu, senjata ini tidak secara jelas disebutkan sebagai dilarang atau diizinkan dalam perjanjian-perjanjian tersebut.

Walaupun begitu, dalam hukum humaniter internasional terdapat prinsip umum yang berlaku untuk semua jenis senjata, termasuk senjata thermobaric. Prinsip ini melarang penggunaan senjata yang menyebabkan penderitaan berlebihan atau luka yang tidak perlu.

Artinya, meskipun tidak disebut secara khusus dalam perjanjian tertentu, penggunaan senjata thermobaric tetap harus mematuhi aturan hukum perang yang melindungi manusia dari penderitaan yang tidak perlu.

Israel Diduga Gunakan Bom Ini Sejak 2023

Beberapa laporan investigasi internasional, termasuk dari jaringan media Al Jazeera, menyebut bahwa dalam operasi militer di Gaza sejak Oktober 2023, pasukan Israel diduga telah menggunakan jenis bom yang menghasilkan panas dan tekanan sangat tinggi yang sering disebut vacuum bombs atau thermobaric weapons.

Menurut laporan tersebut, senjata ini bisa menghasilkan suhu yang sangat ekstrem bahkan lebih dari 3.500 derajat Celcius yang mampu menyebabkan kerusakan besar dan bahkan membuat tubuh korban hancur sampai tidak tersisa.

Di banyak lokasi, tim pertolongan di Gaza menemukan hanya tanda darah atau serpihan kecil saja, sehingga banyak orang dikatakan “menghilang tanpa jasad” setelah serangan.

Laporan itu menyebut sejumlah bom yang dipasok dari luar negeri (termasuk yang dibuat di Amerika Serikat) seperti MK-84, BLU-109, dan GBU-39 yang dikaitkan dengan ledakan hebat di kawasan padat penduduk.

Efek panas dan gelombang ledakan dari bom-bom ini menurut para ahli yang diwawancarai dapat menghancurkan jaringan tubuh manusia secara ekstrem.

Meskipun beberapa laporan menyatakan bahwa bom berteknologi tinggi yang menghasilkan panas ekstrem telah digunakan dan berkontribusi pada hilangnya jasad rakyat Palestina, Israel sendiri belum mengonfirmasi secara resmi bahwa mereka melakukannya.

Baca juga artikel terkait ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra