Menuju konten utama

Ribuan Rakyat Palestina "Menguap" Akibat Senjata Khusus Israel

Laporan investigasi Al Jazeera menemukan fakta soal senjata khusus Israel yang bisa menyebabkan rakyat Palestina lenyap seperti "menguap".

Ribuan Rakyat Palestina
Anak-anak pengungsi Palestina berjalan di sepanjang jalan yang dipenuhi puing-puing untuk mengambil air di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 15 Mei 2024, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas. Foto/AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Israel menggunakan senjata khusus yang membuat ribuan rakyat Palestina “menguap” atau lenyap seketika, berubah jadi abu dalam hitungan detik.

Seorang warga Palestina bernama Yasmin Mahani menceritakan pada Al Jazeera bagaimana ia mencari putranya, Saad. Yasmin telah mencoba mencari di reruntuhan sekolah al-Tabin, di rumah sakit, serta kamar mayat, namun tidak menemukan jejak Saad.

Pengalaman Yasmin ini memperkuat dugaan adanya senjata khusus yang digunakan Israel dalam serangannya pada warga Palestina di Gaza. Senjata itu ditengarai mampu membuat tubuh manusia menguap sehingga tidak ada lagi jasadnya.

Menurut investigasi Al Jazeera Arabic, The Rest of the Story, tim Pertahanan Sipil di Gaza menyebut setidaknya 2.842 warga Palestina yang diduga telah “lenyap” sejak perang dimulai pada Oktober 2023.

Jasad mereka tidak ditemukan dimanapun. Senjata Israel tersebut dikatakan mampu melenyapkan manusia tanpa meninggalkan sisa-sisa selain percikan darah atau potongan kecil daging.

Ribuan Rakyat Palestina "Menguap"

Para ahli dan saksi mata menyatakan bahwa fenomena hilangnya jasad warga Palestina di Gaza secara misterius, atau “menguap”, terkait dengan penggunaan senjata termal dan termobarik secara sistematis oleh Israel.

Senjata jenis ini sering disebut bom vakum atau bom aerosol karena mekanismenya yang menciptakan ledakan dengan gelombang tekanan dan panas ekstrem.

Bom-bom ini dapat menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius (6.332 derajat Fahrenheit), cukup panas untuk mengubah jaringan tubuh manusia menjadi abu dalam sekejap, meninggalkan sedikit atau bahkan tidak ada sisa tubuh.

Penggunaan senjata ini dilarang secara internasional dan dianggap sebagai senjata yang sangat mematikan serta berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum perang.

Investigasi Al Jazeera mengidentifikasi beberapa jenis bom buatan Amerika Serikat yang digunakan di Gaza dan dikaitkan dengan hilangnya jasad warga sipil secara misterius, atau “menghilang” tanpa jejak.

Bom-bom ini memiliki kemampuan menghancurkan yang sangat besar dan menggunakan panas ekstrem untuk membakar tubuh manusia menjadi abu.

Pertama, MK-84 ‘Hammer’, adalah bom tak berpemandu seberat 900 kg (2.000 lb) yang diisi dengan bahan peledak tritonal, campuran TNT dan aluminium. Bom ini bisa menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius, cukup untuk membakar seluruh isi rumah dan menghapus jejak jasad manusia di dalamnya.

Kedua, BLU-109 bunker buster, digunakan dalam serangan di al-Mawasi, yang sebelumnya ditetapkan Israel sebagai “zona aman” untuk pengungsi Palestina.

Bom ini memiliki selongsong baja dan sumbu ledak tertunda, sehingga dapat menembus tanah atau bangunan sebelum meledak.

Ledakannya menggunakan campuran PBXN-109, menciptakan bola api besar di ruang tertutup yang dapat menghanguskan semua yang ada di sekitarnya, termasuk manusia, yang dalam satu serangan dilaporkan menewaskan 22 orang.

Ketiga, GBU-39, bom presisi yang digunakan dalam serangan di Sekolah al-Tabin, memakai bahan peledak AFX-757. Bom ini dirancang untuk menghancurkan isi bangunan tanpa merusak struktur luar secara signifikan.

Mekanismenya membunuh melalui gelombang tekanan yang bisa merobek paru-paru dan gelombang panas yang membakar jaringan lunak.

“Bom ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak.” ujar Vasily Fatigarov, seorang pakar militer Rusia.

Tim Pertahanan Sipil Gaza menemukan fragmen sayap GBU-39 di lokasi-lokasi di mana jasad korban tidak tersisa. Ini seperti mengonfirmasi penggunaan bom ini dalam serangan yang membuat tubuh rakyat Palestina “menguap”.

Baca juga artikel terkait ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra