Menuju konten utama

Israel Resmi Gabung Board of Peace Bersama Indonesia & 26 Negara

Netanyahu menyatakan Israel resmi bergabung dengan Board of Peaceh, dewan perdamaian bentukan Trump. Israel kini satu grup dengan Indonesia dan negara lain.

Israel Resmi Gabung Board of Peace Bersama Indonesia & 26 Negara
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Sumber: Twitter/@netanyahu)

tirto.id - Israel resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP) pada Rabu, 11 Februari 2026. Israel adalah anggota terbaru BoP yang telah beranggotakan Argentina, Paraguay, El Salvador, Kazakhstan, Uzbekistan, Pakistan, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, UEA, Yordania, Turki, Indonesia, dan Amerika Serikat sendiri.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen keanggotaan BoP tersebut saat berkunjung ke Washington dan bertemu Trump serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Dalam foto yang diunggah di akun X @IsraeliPM, terlihat Netanyahu dan Menlu AS memegang dokumen yang telah di tanda tangani sebagai tanda Israel menjadi anggota dewan tersebut.

“Sebelum pertemuannya dengan Presiden Trump di Gedung Putih, Perdana Menteri Netanyahu menandatangani perjanjian sebagai anggota Dewan Perdamaian di hadapan Menteri Luar Negeri Rubio,” sebut unggahan tersebut.

Setelah menandatangani dokumen keanggotaan BoP, Netanyahu dikatakan bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas mengenai konflik di Iran dan Gaza.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru saja menyelesaikan pertemuan di Gedung Putih dengan Presiden AS @realDonaldTrump dan timnya. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas negosiasi dengan Iran, Gaza, dan perkembangan regional,” tulis akun tersebut lagi.

Kenapa Board of Peace Kontroversial?

Board of Peace ini dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada pertengahan November 2025. Resolusi itu memberi wewenang pembentukan dewan dan pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza untuk mendukung gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober, setelah Israel dan Hamas menyetujui rencana perdamaian 20 poin yang diajukan Trump.

Dalam rencana awal, Board of Peace bertugas mengawasi pemerintahan sementara di Gaza setelah perang. Namun kemudian Trump menyatakan dewan ini akan diperluas cakupannya untuk menangani konflik global lainnya, dengan dirinya sebagai ketua.

Pertemuan pertama Board of Peace dijadwalkan akan digelar pada 19 Februari di Washington untuk membahas rekonstruksi Gaza.

Meski begitu, pembentukan dan struktur dewan ini menuai kritik. Menurut Reuters, banyak pakar hak asasi manusia menilai bahwa jika BoP yang diketuai Trump mengawasi pemerintahan wilayah asing, hal itu menyerupai pola kolonialisme modern.

Kritik semakin kuat karena tidak ada perwakilan Palestina di dalam dewan, padahal Gaza adalah wilayah yang akan diawasi. Belum lagi sentimen dari dunia internasional yang menuding BoP bisa saja melemahkan kedudukan PBB sebagai organisasi perdamaian dunia saat ini.

Hingga hari ini, Februari 2026, berikut ini beberapa negara yang bergabung di Board of Peace:

  1. Albania
  2. Argentina
  3. Armenia
  4. Azerbaijan
  5. Bahrain
  6. Belarus
  7. Bulgaria
  8. Kamboja
  9. Mesir
  10. El Salvador
  11. Hungaria
  12. Indonesia
  13. Yordania
  14. Kazakhstan
  15. Kosovo
  16. Kuwait
  17. Mongolia
  18. Maroko
  19. Pakistan
  20. Paraguay
  21. Qatar
  22. Arab Saudi
  23. Turki
  24. Uni Emirat Arab
  25. Amerika Serikat
  26. Uzbekistan
  27. Vietnam
  28. Israel

Update Kondisi Gaza Hari Ini

Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025 lalu, nyatanya serangan Israel ke Gaza masih terus terjadi hingga hari ini.

Al Jazeera melaporkan sebanyak 41 warga Palestina kembali memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah pada Selasa (10/2) malam.

Sejak pembukaan kembali perbatasan pada 2 Februari 2026, total 172 warga Palestina telah diizinkan pulang ke Gaza, sedangkan hanya sekitar 250 pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri dan pendampingnya yang diizinkan keluar.

Tentu saja ini berbeda dengan kesepakatan gencatan senjata yang menyebut jika lima puluh persen dari warga Gaza boleh keluar negeri untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Menurut catatan ada sekitar 20.000 pasien di Gaza membutuhkan perawatan medis di luar negeri. Mereka tidak mendapatkan pelayanan medis di Gaza karena 22 rumah sakit di sana tidak lagi berfungsi dan sekitar 1.700 tenaga medis tewas menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra