tirto.id - Aksi demonstrasi yang akhir-akhir ini sering terjadi, kerap melibatkan benturan antara aparat kepolisian dan massa aksi. Dalam situasi seperti ini, kinerja Polri sering menjadi sorotan publik dan nama institusi Lemkapi pun kerap muncul ke permukaan.
Lemkapi sendiri adalah lembaga independen yang bertugas mengawasi dan memantau pelayanan publik di lingkungan kepolisian. Lembaga independen ini sering dijadikan narasumber oleh berbagai media untuk menyoroti berbagai isu seputar Polri.
Berbagai pandangan dari Lemkapi tersebut diharapkan dapat memberi perspektif objektif dan mendalam terkait isu-isu kepolisian, misalnya saja isu seputar penanganan demonstrasi, berbagai kasus kriminal yang terjadi dalam aksi demo, hingga profesionalitas dan reformasi internal Polri.
Lantas, apa itu Lemkapi, bagaimana perannnya dalam kepolisian di Indonesia, dan apa saja kontribusi Lemkapi bagi masyarakat Indonesia?

Apa Itu Lemkapi?
Dirujuk dari laman Lemkapinews, Lemkapi adalah singkatan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia. Lembaga ini bertugas melakukan kajian, riset kepolisian, dan menyoroti kinerja Polri.
Lemkapi didirikan pada 2016 oleh Dr Edi Saputra Hasibuan. Edi Hasibuan mendirikan lembaga ini seusai menyelesaikan tugasnya sebagai komisioner Kompolnas periode 2012 hingga 2016.
Sebagai lembaga riset dan kajian, Lemkapi juga hadir sebagai wadah pemikir atau think tank yang fokus utamanya pada isu-isu strategis seputar kepolisian, hukum, dan keamanan.
Lemkapi memang didesain untuk menjadi lembaga yang independen. Independen ini artinya Lemkapi tidak terafiliasi dengan institusi kepolisian maupun partai politik apapun. Dengan desain tersebut, maka Lemkapi diharapkan dapat memberikan pandangan yang objektif dan kritis.
Dalam keterangan tertulisnya, Edi Hasibuan sebagaimana dirujuk dari Antara News sempat mengatakan bahwa banyak kebijakan dan inovasi Polri yang diapresiasi publik dalam pelayanan publik. Namun, yang menjadi kendala, pelayanan yang sudah berjalan baik di lapangan, kerap tidak berjalan konsisten. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan.
Menurut Edi Hasibuan, sebagai lembaga independen, Lemkapi hadir untuk membantu mengawasi pelayanan publik dari pihak kepolisian dan melaporkan hasil pengawasan tersebut langsung kepada Kapolri.
Fungsi Lemkapi
Lalu apa fungsi Lemkapi? Ada berbagai fungsi utama yang diemban Lemkapi, utamanya sebagai sebuah lembaga kajian.
Sebagai lembaga kajian, fungsi utama Lemkapi adalah mendukung perbaikan kinerja kepolisian serta menjembatani komunikasi agar bisa berjalan lancar antara Polri dan masyarakat.
Berbagai fungsi Lemkapi ini sejatinya bertujuan untuk memberikan masukan dan evaluasi agar Polri bisa terus melakukan perbaikan serta meningkatkan profesionalitasnya.
Berikut ini beberapa fungsi Lemkapi:
Riset dan Kajian Strategis Kepolisian
Fungsi Lemkapi yang pertama adalah melakukan riset dan kajian strategis. Lemkapi akan melakukan penelitian mendalam terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan kepolisian, hukum, dan keamanan.Berbagai hasil kajian Lemkapi tersebut akan digunakan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan-kebijakan yang relevan dan strategis yang ditujukan secara khusus kepada Polri.
Memberikan Masukan Kebijakan
Lemkapi juga berfungsi memberikan masukan kebijkan kepada kepolisian. Berbagai masukan itu diambil berdasarkan riset yang sudah dilakukan.Masukan dan rekomendasi kepada kepolisian dan pemerintah tersebut akan diberikan secara rutin oleh Lemkapi. Berbagai masukan tersebut bisa berupa perbaikan sistem operasional, reformasi kelembagaan kepolisian, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menjadi Penghubung
Lemkapi juga berperan sebagai penghubung atau jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat sipil. Secara praktis, Lemkapi berperan menyampaikan aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat kepada Polri.Lemkapi juga bisa menjadi lembaga yang mampu dan memiliki otoritas menjelaskan berbagai kebijakan dan program-program kepolisian kepada publik.
Memberi Dukungan dan Kritik
Lemkapi juga befungsi memberikan dukungan dan kritik kristis yang membangun kepada lembaga kepolisian, dan pemerintah. Berbagai dukungan dan kritik membangun itu didasari dari hasil analisis riset serta kajian yang sudah dilakukan oleh Lemkapi.
Peran Lemkapi
Selain menjalankan berbagai fungsinya, Lemkapi juga memiliki peran penting dalam pengawasan kepolisian di Indonesia. Sebagai lembaga yang merupakan gabungan dari pengamat kepolisian dan akademisi, Lemkapi memang tercipta untuk memberi perhatian khusus kepada kinerja polisi serta menyumbangkan keahlian untuk kemajuan Polri.
Berbagai peran Lemkapi itu di antaranya adalah sebagai pengawas independen yang mengamati dan mengevaluasi kinerja Polri dari luar institusi kepolisian. Peran Lemkapi ini sangat penting karena bisa memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kerja-kerja kepolisian.
Selain itu, Lemkapi juga berperan sebagai rujukan utama bagi media dan publik dalam menganalisis isu-isu kepolisian yang sedang hangat, misalnya berbagai kasus yang terjadi dalam aksi demonstrasi yang akhir-akhir ini kerap terjadi.
Disamping itu, Lemkapi juga berperan sebagai rujukan utama menanggapi berbagai isu keamanan nasional, atau proses reformasi di tubuh Polri. Lemkapi relevan dijadikan rujukan karena berbagai analisis yang diberikan oleh lembaga ini bersifat objektif dan komprehensif.
Sebagai salah satu sumber rujukan, Lemkapi juga kerap menjadi rujukan media. Inilah mengapa Lemkapi kerap diundang sebagai narasumber di berbagai media massa, baik cetak, elektronik, maupun daring.
Dengan berbagai wawasan dan otoritas yang dimiliki oleh Lemkapi, maka berbagai pandangan independen dari Lemkapi terkait isu-isu kepolisian sangat dinantikan. Kredibilitas Lemkapi sebagai lembaga kajian dan riset itulah yang membuat pandangan Lemkapi sering dijadikan rujukan oleh berbagai pihak, salah satunya media massa.
Lantas, apa saja kontribusi nyata lembaga kajian dan riset kepolisian ini kepada publik?
Kontribusi Lemkapi untuk Publik
Lemkapi sudah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks hubungan antara polisi dan publik. Salah satu kontribusi yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah, masyarakat memiliki jembatan penghubung yang bisa diandalkan dengan pihak kepolisian.
Kontribusi lainnya dari Lemkapi adalah, lembaga kajian ini bisa mengedukasi masyarakat tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kepolisian. Berbagai edukasi itu dilakukan oleh Lemkapi melalui berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi publik, publikasi riset, serta berbagai opini Lemkapi yang diterbitkan di media massa.
Berbagai edukasi tersebut berguna untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas, fungsi, dan wewenang kepolisian, serta hak-hak sipil khususnya saat berinteraksi dengan aparat kepolisian.
Selain itu, Lemkapi juga membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan atau aspirasi terkait pelayanan Polri. Lemkapi bisa menjadi perantara yang efektif untuk memastikan bahwa suara masyarakat terkait kepolisian benar-benar didengar oleh institusi kepolisian.
Kontribusi lainnya yang sangat penting adalah Lemkapi mampu mendorong institusi kepolisian menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan Lemkapi melalui hasil kajian dan analisisnya.
Berbagai kajian Lemkapi itu juga bisa mendorong Polri untuk menjadi lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas-tugasnya. Hal ini berkontribusi secara langsung pada terciptanya hubungan yang lebih baik dan saling percaya antara pihak kepolisian dan masyarakat.

Demikian berbagai pemaparan secara ringkas dan jelas tentang Lemkapi. Dengan memahami berbagai fungsi, peran, dan kontribusi Lemkapi, masyarakat bisa mendukung kerja-kerja Lemkapi, sehingga Lemkapi bisa terus menjadi mitra strategis bagi publik dalam mengawasi dan memberikan masukan konstruktif untuk kemajuan Polri.
Tertarik membaca artikel Tirto lainnya tentang bagaimana kepolisian menangani demonstrasi? Kunjungi link berikut ini:
Link Artikel Kepolisian Menangani Demo
- Komisi III DPR RI Terima 469 Aduan, Kepolisian Paling Responsif
- YLBHI Kritisi Aturan Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Kepolisian
- 1.489 Personel Kepolisian Amankan Aksi Indonesia Cemas 2025
- Dua Anggota Kepolisian Disanksi Demosi Akibat Kasus DWP
- Ketua DPP PDIP Tuding Kepolisian Terlibat Cawe-Cawe Politik
Editor: Lucia Dianawuri & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





































