Menuju konten utama

Antrean Beli BBM Meluas di Jember karena Kemacetan di Banyuwangi

Pertamina menyiapkan skema alih suplai dari sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM terjaga.

Antrean Beli BBM Meluas di Jember karena Kemacetan di Banyuwangi
Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. foto/jember yang itu
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dalam hampir sepekan ini, antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) meluas di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jika sebelumnya antrean didominasi pembelian Pertalite, kini kepadatan juga mulai terlihat pada layanan Pertamax dan solar.

Antrean kendaraan sebelumnya hanya terpantau di beberapa SPBU, namun kini kondisi serupa dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Di antaranya terjadi di SPBU Puger, Jambearum, Pakusari, Patrang, Kencong, Jombang, serta sejumlah lokasi lainnya.

Fenomena tersebut mulai terlihat sejak Minggu (30/8/2026), ketika antrean sepeda motor dan kendaraan lainnya memanjang di sejumlah SPBU. Pada beberapa lokasi, antrean bahkan mendekati jalan raya sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menyatakan antrean Pertalite di Jember bukan akibat kekosongan stok. Penyaluran BBM bersubsidi disebut tetap berjalan, sementara peningkatan antrean lebih banyak dipengaruhi tingginya konsumsi masyarakat pada waktu tertentu.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus memantau penyaluran BBM di wilayah Jember.

“Kami memastikan penyaluran Pertalite di SPBU di wilayah Jember tetap berjalan. Antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi pada waktu tertentu,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

Namun, kondisi distribusi BBM kemudian mendapat tantangan lain setelah terjadi kemacetan panjang di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Kemacetan yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) tersebut, berdampak terhadap perjalanan mobil tangki (MT) Pertamina yang membawa pasokan BBM menuju sejumlah wilayah, termasuk kawasan Tapal Kuda.

Pertamina mencatat kemacetan di kawasan tersebut mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer. Kondisi lalu lintas yang padat dan tidak beraturan membuat pergerakan mobil tangki menjadi jauh lebih lambat.

Di depan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, kendaraan hanya dapat bergerak sekitar 7 hingga 8 menit sebelum kembali berhenti selama 45 hingga 60 menit.

Akibatnya, waktu tempuh pengiriman mobil tangki menuju wilayah Bondowoso dan Situbondo yang biasanya sekitar delapan sampai 10 jam meningkat menjadi 15 hingga 23 jam.

Lalu, pada Jumat (4/9/2026), Pertamina melaporkan sekitar 10 mobil tangki masih terdampak kemacetan tersebut.

Kondisi itu diperparah dengan adanya aksi penyampaian aspirasi pengemudi angkutan di kawasan ASDP pada Kamis sore. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.30 WITA tersebut turut memperlambat pergerakan kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan.

Pertamina Patra Niaga kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Satuan Lalu Lintas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek, dan Babinsa, untuk memberikan prioritas pergerakan terhadap mobil tangki Pertamina.

Selain mengatur jalur distribusi, Pertamina juga menyiapkan skema alih suplai dari sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM tetap terjaga.

“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan. Kami melakukan pengaturan jalur distribusi, koordinasi dengan stakeholder terkait, serta menyiapkan alih suplai dari wilayah lain untuk menjaga ketersediaan BBM di Bondowoso dan Situbondo,” ujar Ahad.

Pertamina menyiapkan potensi alih suplai sebesar 584 kiloliter (kL) untuk kebutuhan Bondowoso dan Situbondo. Sebanyak 112 kL dialihkan melalui Malang dengan dukungan empat mobil tangki berkapasitas 24 kL serta satu mobil tangki berkapasitas 16 kL dari Madiun.

Sementara itu, 472 kL lainnya dialihkan melalui IT Surabaya. Dalam skema tersebut, Tanjung Wangi menyiapkan 10 mobil tangki yang terdiri dari enam unit berkapasitas 24 kL dan empat unit berkapasitas 32 kL, dengan total volume 272 kL.

Selain itu, disiapkan pula pola distribusi estafet menuju IT Surabaya. Pasokan tersebut berasal dari beberapa wilayah, yakni 150 kL dari FT Madiun, 72 kL dari FT Tuban, dan 48 kL dari Camplong, dengan total 270 kL.

Meski demikian, Pertamina menyatakan skema pengalihan pasokan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran distribusi selama kondisi lalu lintas di Banyuwangi belum sepenuhnya normal.

“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Ahad.

Kondisi meluasnya antrean BBM di Jember juga mendapat perhatian dari masyarakat. Rio Kurniawan (25), warga Kecamatan Sumbersari, mengaku harus menunggu sekitar 20 hingga 30 menit untuk mendapatkan Pertalite.

“Saya antre sejak pukul 2 siang tadi. Baru dapat beli Pertalite jam setengah 3 sore ini. Kurang lebih antre antara 20-30 menit,” kata Rio.

Menurut Rio, antrean kendaraan juga masih terlihat hingga dini hari di salah satu SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani atau Temba’an. Kendaraan roda dua disebut menjadi yang paling banyak mengantre.

Sebelumnya, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, juga menyampaikan bahwa stok dan jalur distribusi Pertalite menuju SPBU Jember tidak mengalami gangguan.

“Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying,” kata Ikbal.

Dia menyebut antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU merupakan fenomena lokal di Jember. Menurutnya, berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, distribusi Pertalite menuju SPBU tidak mengalami kendala.

“Fenomena terjadinya antrean yang mengular di Jember ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal, baik dari stok maupun jalur distribusinya juga tidak ada kendala sama sekali,” ujarnya.

Ikbal menduga kabar mengenai kemungkinan perubahan harga BBM turut memicu sebagian masyarakat membeli BBM lebih awal atau dalam jumlah lebih banyak.

Namun, informasi mengenai kenaikan harga tersebut masih sebatas isu yang beredar dan bukan pengumuman resmi mengenai perubahan harga Pertalite.

Dengan adanya perkembangan kondisi lalu lintas di Banyuwangi dan dampaknya terhadap distribusi mobil tangki, Pertamina kini melakukan pemantauan terhadap pola penyaluran BBM di wilayah Tapal Kuda, termasuk untuk memastikan kebutuhan masyarakat di Jember tetap terpenuhi.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

=============

Jember Yang Itu adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait STOK BBM atau tulisan lainnya dari Jember Yang Itu

tirto.id - Insider
Reporter: Jember Yang Itu
Penulis: Jember Yang Itu
Editor: Fadrik Aziz Firdausi