Menuju konten utama

Bahlil Lapor Dampak Penutupan Selat Hormuz & Stok BBM di Istana

Bahlil menegaskan bahwa antisipasi sangat diperlukan karena volume impor minyak RI cukup besar dan bakal berpengaruh pada pasokan dalam negeri.

Bahlil Lapor Dampak Penutupan Selat Hormuz & Stok BBM di Istana
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Dalam ART itu pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor migas hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 253,47 triliun per tahun dari Amerika Serikat untuk ketahanan energi dalam negeri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap pasokan minyak global serta kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Bahlil pun melaporkan langkah antisipasi pemerintah mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak.

"Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor," jelas Bahlil sebelum rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Bahlil menegaskan bahwa antisipasi sangat diperlukan karena volume impor minyak Indonesia cukup besar. Bahlil menekankan, gejolak geopolitik di Timur Tengah dinilai bakal berpengaruh langsung pada pasokan dalam negeri.

"Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day," tambahnya.

Meski eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memanas hingga memicu penutupan simpul perdagangan global tersebut, Bahlil memastikan cadangan BBM Indonesia dalam kondisi aman.

"Masih cukup 20 hari," ujar Bahlil mengenai ketahanan stok BBM nasional.

Untuk memitigasi dampak lebih lanjut, termasuk potensi kenaikan biaya angkut dan impor BBM, Bahlil menyatakan akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN).

Ia berjanji akan mengumumkan kebijakan resmi pemerintah setelah kajian mendalam dilakukan.

"Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher