tirto.id - Aneka jenis senjata dikerahkan Iran untuk melawan balik serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Apa saja jenis senjata yang telah digunakan Iran dalam serangan pembalasan itu? Berikut daftarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu pukul 09.30 waktu Iran, Ibu Kota Teheran digempur dan diledakkan oleh serangan udara AS dan Israel. Sejumlah tempat meledak, termasuk kompleks kediaman dan kantor pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Tak hanya kawasan kediaman Khamenei, serangan juga terjadi di berbagai tempat di Iran, termasuk Kota Kermanshah, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, hingga Minab. Markas utama Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) juga disebut jadi sasaran target serangan.
Serangan itu kemudian menewaskan Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Sejak itu, Iran melancarkan serangan balasan ke aset militer AS dan Israel di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Seturut Al Jazeera, serangan balasan Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel dan merusak 40 bangunan. Lebih dari 200 orang di Tel Aviv dilaporkan harus mengungsi.
Sebanyak 27 pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah juga jadi target serangan Iran. Serangan Iran meluas ke Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, hingga Irak.
Pada Senin (3/2/2026), IRGC mengklaim serangan mereka di kawasan Timur Tengah telah membuat sedikitnya 560 personel militer AS tewas dan luka-luka. Menukil Antara, klaim ini dikutip media yang terafiliasi dengan Pemerintah Iran, Fars.
Serangan Iran ke wilayah Timur Tengah ini digambarkan sebagai serangan yang masif dan terus menerus. Kementerian Pertahanan UEA menyebut bahwa mereka mencatat 346 serangan Iran dalam sehari ke wilayah mereka.
Lantas, apa saja senjata yang dimiliki Iran dalam melakukan serangan balasan yang meluas di Timur Tengah sejak Sabtu itu?
Persenjataan Iran untuk Melawan AS-Israel
Dalam serangan balasan yang meluas di Timur Tengah sejak Sabtu, Iran menggunakan berbagai persenjataan yang mayoritasnya adalah rudal. Berbagai jenis rudal telah tampak digunakan Iran untuk menyerang aset militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Rudal merupakan inti kekuatan pertahanan Iran dalam doktrin militer negara itu. Iran sendiri selama ini dikenal sebagai negara dengan kekuatan rudal terbesar dan paling variatif di Timur Tengah.
Teheran telah lama memfokuskan ekspansi industri militer mereka ke produksi rudal sebagai ganti jet tempur mereka yang tua. Rudal produksi Iran dilaporkan telah bisa menjangkau jarak 2.000-2.500 km. Hal ini berarti Iran bisa menyerang seluruh kawasan Timur Tengah melalui rudal mereka.
Selain rudal, Iran juga tampak menggunakan pesawat tanpa awak alias drone. Dalam banyak video dan foto yang beredar secara luas, tampak Teheran menggunakan drone Shahed-136 buatan sendiri.
Menukil Al Jazeera, berikut adalah daftar senjata yang digunakan Iran dalam serangan balasan mereka terhadap AS dan Israel.
1. Rudal Jarak Pendek
Peluru kendali pertama yang kerap digunakan Iran adalah rudal jarak pendek. Alutsista ini berfungsi sebagai amunisi dalam serangan awal.
Rudal jarak pendek Iran terdiri dari beberapa tipe dengan daya jelajah sekitar 150-800 km. Berdasarkan tipe ini, rudal jarak pendek digunakan Teheran untuk serangan regional bersifat taktis.
Rudal jarak pendek Iran mencakup beberapa model varian Fateh, di antaranya adalah Zolfaghar, Qiam-1, dan Shahab-1/Shahab-2.
Kelebihan utama dari rudal jenis ini adalah kemampuannya untuk diluncurkan secara beruntun. Hal ini dapat memperpendek waktu peringatan dan mempersulit upaya mengintersep arah rudal.
2. Rudal Jarak Menengah
Iran juga memiliki varian rudal jarak menengah. Jangkauan rudal tipe ini dapat mencapai 1.500-2.000 km.
Ada beberapa tipe rudal jarak menengah yang telah diketahui, yakni Shahab-3, Emad, Ghadr-1, Khrramshahr, dan Sejjil. Varian itu belum termasuk Kheibar Shekan dan Haj Qassem yang memiliki desain terbaru.
Sejjil jadi salah satu model rudal yang menonjol dari jenis rudal jarak menengah Iran. Hal ini dikarenakan Sijjil berbahan bakar padat, membuatnya dapat diluncurkan dengan lebih cepat ketimbang rudal berbahan bakar cair.
3. Rudal Jelajah dan Drone
Rudal jelajah dan drone merupakan senjata Iran yang kerap digunakan untuk menembus alat pelacak dan deteksi musuh. Hal ini karena kedua senjata ini terbang rendah dan mengudara mengikuti kontur medan di bawahnya.
Iran kerap menunjukkan penggunaan dua senjata ini bersamaan dengan drone atau salvo balistik khusus untuk membebani pertahanan udara musuhnya.
Varian rudal Iran jenis ini berkisar antara Soumar, Ya-Ali, Quds, Hoveyzeh, Paveh, dan Ra'ad. Varian rudal itu tergolong peluru kendali jelajah serang darat dan anti-kapal.
Sementara itu, drone merupakan senjata andalan Iran lainnya. Salah satu yang terkenal dari senjata drone Iran adalah tipe Shahed-136.
Drone Shahed-136 merupakan pesawat nir-awak jenis kamikaze yang mampu membawa lebih dari 40 kg bahan peledak. Namun, hal yang membuat drone ini "menakutkan" bagi militer musuh adalah biaya produksinya yang relatif lebih rendah.
Dalam perang asimetris antara militer berkekuatan besar dengan militer berkekuatan jauh lebih kecil, kemampuan untuk menghancurkan senjata mahal melalui perangkat yang jauh lebih murah dapat memutarbalikkan hasil peperangan.
4. "Kota Rudal" Bawah Tanah
Tak hanya rudal itu sendiri, namun Iran juga memperkuat sistem pertahanannya dengan "kota rudal bawah tanah". Istilah itu kerap digunakan untuk merujuk cara Iran menyimpan rudal mereka di fasilitas militer bawah tanah.
Kota rudal bawah tanah ini berbentuk terowongan, pangkalan, dan lokasi peluncuran yang tersembunyi di bawah tanah. Tak hanya jadi tempat penyimpanan, namun lokasi dan jumlah yang dirahasiakan membuat rudal-rudal Iran berpotensi bertahan dalam dari serangan musuh.
Fasilitas ini menjadi salah satu yang terpenting dalam sistem pertahanan Iran karena menyiratkan seberapa lama Teheran dapat melakukan serangan. Kota rudal bawah tanah kerap dijadikan jaminan oleh Iran bahwa mereka dapat melakukan perang berkelanjutan.
Keberadaan fasilitas ini membuat musuh terpaksa berasumsi tentang kemampuan Iran bertahan dari gempuran serangan di permukaan.
Editor: Ilham Choirul Anwar & Rizal Amril Yahya
Masuk tirto.id

































