Menuju konten utama

Amran Tak Risau Panen Terancam Gagal Pascabencana di Sumatra

Amran menegaskan bahwa kelaparan tidak boleh terjadi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Amran Tak Risau Panen Terancam Gagal Pascabencana di Sumatra
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menilai bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatra tidak akan berdampak pada produksi beras di kedua wilayah tersebut.

Meski sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mewanti-wanti potensi gagal panen pascabencana, Amran tetap optimistis produksi beras—khususnya wilayah Aceh—akan tetap mengalami surplus.

“Nggak (akan terdampak banjir dan longsor). Kenapa? (Produksi beras) Aceh surplus 870 ribu ton, Sumatra juga surplus. Makanya nggak masalah, stok (beras) kita banyak,” ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).

Tak hanya itu, luas tambah tanam (LTT) secara nasional tercatat sebesar 11 juta hektare, sedangkan lahan sawah di Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana setidaknya hanya 28 ribu hektare. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan potensi panen padi secara nasional.

“Itu nggak berdampak. Kenapa? Sawah kitaa tau LTT kita, itu 11 ribu juta hektare. Jadi, 30 ribu dibagi 11 juta hektare, berapa persen tu? 0,0. Jadi, nggak ada dampak,” tegas dia.

Meski demikian, Amran menegaskan bahwa kelaparan tidak boleh terjadi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah sepakat untuk menggulirkan bantuan pangan beras yang bersumber dari cadangan kebencanaan.

“Ini beras itu cadangan untuk bencana. Kemarin kami ada minta, itu 100 ton, ada minta 50 ton, kami keluarkan sekarang, kami telepon, suratnya (permohonan permintaan bantuan pangan) menyusul. Kenapa? Ini darurat. Jadi, kami koordinasi dengan Mendagri terutama,” pungkas Amran.

Sementara itu, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) kemarin, BPS mewanti-wanti akan terjadinya kegagalan panen di wilayah Aceh dan Sumatra. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, risiko ini utamanya dipicu oleh cuaca ekstrem yang mendorong terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Risiko atau potensi gagal panen berpeluang meningkat menjelang akhir 2025, termasuk di November dan Desember. Ini terkait cuaca ekstrem seperti banjir dan beberapa bencana di sejumlah wilayah,” kata dia, Senin (1/12/2025).

Baca juga artikel terkait AMRAN SULAIMAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana