Menuju konten utama

Alasan Penundaan Nobar Film Pesta Babi di Unpad Meski Ada Izin

Penyelenggaran nobar film Pesta Babi di Unpad mengalami penundaan, namun tidak dilarang. Simak alasannya berikut ini.

Alasan Penundaan Nobar Film Pesta Babi di Unpad Meski Ada Izin
Film Pesta Babi. Youtube/Indonesia Baru

tirto.id - Pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Unpad ditunda pihak kampus. Kegiatan tersebut semula dijadwalkan berlangsung Sabtu (17/5/2026).

Ketua HMP Enaldi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar nonton bareng (nobar), namun diikuti dengan diskusi publik bersama para dosen Unpad. Ia juga mengatakan pihaknya telah mengajukan Surat Izin Kegiatan Akademik (SIKA) sesuai prosedur internal kampus. Surat tersebut telah disetujui pihak kemahasiswaan pada 11 Mei 2026.

“Artinya kami diperbolehkan berkegiatan. Namun pada 13 Mei sekitar pukul 18.40 WIB kami mendapat informasi bahwa kegiatan dibatalkan karena bertepatan dengan long weekend,” kata Enaldi dihubungi, Jumat (15/5/2026).

Enaldi menjelaskan, kampus meminta kegiatan dijadwalkan ulang di luar rentang 14–17 Mei karena masa libur panjang. Ia menilai alasan tersebut masih dapat dipahami dan belum bisa disimpulkan sebagai bentuk pembungkaman kebebasan akademik.

“Kalau nanti setelah penjadwalan ulang masih ada penolakan atau atensi lain dari kampus, mungkin baru bisa muncul kesimpulan berbeda,” bebernya.

Enaldi juga menyebut, selain penjadwalan ulang, panitia juga diminta menyiapkan luaran akademik dari kegiatan tersebut, seperti artikel atau tulisan ilmiah hasil diskusi. Menurutnya, permintaan itu sebagai bentuk dorongan agar diskusi publik tidak berhenti pada pemutaran film semata.

“Bagi kami ini bentuk challenging dari kampus agar kegiatan tidak selesai di diskusi saja, tetapi juga menghasilkan tulisan akademik yang bisa dibaca publik,” jelasnya.

Enaldi menegaskan, pemutaran film itu digelar untuk membuka ruang akademik dalam membaca fenomena sosial dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat. Ia menerangkan, kampus perlu hadir memberikan ruang diskusi, kritik, dan solusi atas berbagai persoalan publik.

“Ini bukan karena FOMO atau ikut tren nobar di tempat lain. Kami ingin memastikan isu yang berkembang di masyarakat diuji lewat diskusi akademik,” tuturnya.

Pihak Unpad Tidak Melarang Kegiatan

Dihubungi secara terpisah, Kampus Unpad membantah tudingan melarang kegiatan diskusi serta nonton bareng film yang digelar mahasiswa pascasarjana. Unpad menegaskan persoalan yang muncul hanya terkait prosedur izin penggunaan fasilitas kampus pada hari libur.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menjelaskan, seluruh organisasi mahasiswa yang hendak menggelar kegiatan di lingkungan kampus pada hari libur memang tidak mendapat izin penggunaan gedung. Menurutnya, kebijakan itu diterapkan karena tidak ada staf sarana dan prasarana yang bertugas untuk mendukung operasional kegiatan.

“Unpad tidak melarang kegiatan tersebut, hanya masalah izin berkegiatan di hari libur,” kata Dandi, Jumat (15/5).

Ia menegaskan, pihaknya tidak membatasi kegiatan diskusi selama masih berada dalam koridor akademik. Pihak kampus Unpad meminta agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemutaran film semata, akan tetapi menghasilkan kajian ilmiah yang bermanfaat bagi publik.

“Unpad juga meminta hasil kajian ilmiahnya berupa tulisan artikel atau bahkan publikasi jurnal ilmiah,” jelasnya.

Dandi menambahkan pihak penyelenggara dari Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Unpad disebut kooperatif dan memahami kebijakan kampus. Penyelenggara pun akan segera mengajukan perubahan jadwal kegiatan agar dapat dilaksanakan pada waktu lain.

Baca juga artikel terkait PESTA BABI atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Ilham Choirul Anwar