tirto.id - Nama Dandhy Dwi Laksono kembali disorot setelah film dokumenter Pesta Babi ramai di media sosial. Sutradara sekaligus pendiri Watchdoc tersebut dikenal lewat film-film investigatif yang mengangkat isu lingkungan, demokrasi, hingga masyarakat adat.
Selain film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono juga sudah menghasilkan sejumlah film dokumenter populer untuk ditonton warga Indonesia. Beberapa viral sampai memicu diskusi publik, karena membahas persoalan sosial-politik secara mendalam.
Berikut daftar empat film Dandhy Laksono selain Pesta Babi, lengkap dengan sinopsis dan link nontonnya.
1. Dirty Vote (2024)
Film dokumenter Dirty Vote dirilis jelang Pemilu 2024 dan saat itu langsung menarik atensi publik.
Film ini menghadirkan tiga pakar hukum tata negara, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, untuk membedah dugaan praktik penyalahgunaan kekuasaan dalam proses Pemilu di Indonesia,
Dokumenter tersebut mengulas isu penyaluran bansos, penunjukan penjabat kepala daerah, hingga putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat usia calon wakil presiden.
Film Dirty Vote ramai dibicarakan karena dianggap membuka ruang diskusi soal kualitas demokrasi dan netralitas negara dalam pemilu.
2. Sexy Killers (2019)
Sexy Killers menjadi salah satu film dokumenter terpopuler dari Dandhy Dwi Laksono dan tim Watchdoc. Film tersebut kini sudah ditonton lebih dari 37 juta pemirsa di kanal YouTube.
Secara garis besar film Sexy Killers mengupas dampak industri tambang batu bara terhadap lingkungan dan warga, selepas tim menelusuri rantai industri batu bara dari tambang di Kalimantan hingga PLTU di Jawa.
Film ini menyoroti kerusakan lingkungan, lubang tambang yang kerap makan korban jiwa, hingga polusi udara akibat tambang, disamping juga keterkaitan bisnis batu bara dengan elit politik Indonesia.
3. Pulau Plastik (2021)
Film dokumenter Pulau Plastik disutradarai Dandhy Dwi Laksono bersama Rahung Nasution, mengangkat isu pencemaran sampah plastik di Indonesia.
Pulau Plastik mengikuti perjalanan tiga tokoh, yakni Gede Robi, Tiza Mafira, dan Prigi Arisandi, yang mana mereka coba menelusuri dampak plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Film tersebut menunjukkan bagaimana mikroplastik sudah masuk ke rantai makanan dan mengancam ekosistem laut.
Adapun selain mengangkat isu sampah, dokumenter ini juga menyorot praktik budaya konsumtif masyarakat modern.
4. The Bajau (2020)
The Bajau mengangkat kehidupan suku Bajau yang tenar sebagai pengembara laut. Film tersebut memperlihatkan hubungan erat masyarakat Bajau dengan laut sekaligus tantangan yang sedang mereka hadapi di tengah perubahan zaman.
Dokumenter The Bajau menggambarkan bagaimana masyarakat pesisir harus berhadapan dengan kerusakan lingkungan laut, batas maritim negara, hingga modernisasi yang mengubah pola hidup tradisional mereka.
Lewat film ini, Dandhy Laksono dan tim Watchdoc menghadirkan perspektif warga adat pesisir yang selama ini jarang dapat perhatian dari pemerintah.
Itulah empat film dokumenter populer karya Dandhy Dwi Laksono. Lewat film-filmnya, Dandhy konsisten merekam persoalan penting, seperti isu tambang, sampah plastik, praktik politik, hingga kehidupan masyarakat adat.Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































