Menuju konten utama

Airlangga Akui Karhutla akan Berdampak pada Ekonomi Kalimantan

Agar dampak terhadap perekonomian daerah Kalimantan tidak semakin parah, Airlangga menilai perlu penanggulangan serius terhadap bencana karhutla tersebut.

Airlangga Akui Karhutla akan Berdampak pada Ekonomi Kalimantan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran stimulus ekonomi semester II 2026 sebesar Rp26,34 triliun yang mencakup stimulus transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi ditengah gejolak global. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan akan berdampak pada perekonomian daerah tersebut. Sebab, asap tebal menyelimuti mayoritas daerah dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan.

“Ya tentu ... dampak perekonomian di wilayah tersebut ya, karena kegiatan ekonomi kan terganggu,” katanya kepada awak media, di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).

Oleh karena itu, agar dampak terhadap perekonomian daerah Kalimantan tidak semakin parah, Airlangga menilai perlu penanggulangan serius terhadap bencana karhutla tersebut.

“Plus ya perlu ada penanggulangan terhadap Karhutla tersebut,” ujar dia.

Soal penanganan bencana, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya keras untuk memerangi karhutla. Menurutnya, penanganan serius harus dilakukan karena saat ini karhutla juga dipengaruhi oleh El Nino yang sedang melanda Indonesia.

“Ya kan sekarang kita sedang perangi Karhutla karena memang dalam situasi seperti sekarang kan sudah masuk ke El Niño, jadi ada beberapa hal yang harus diselesaikan,” sambungnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mencatat, sejak 18-19 Agustus 2026 ada sejumlah penerbangan dari dan menuju Kalimantan dibatalkan karena asap tebal berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ). Beberapa maskapai yang membatalkan penerbangannya antara lain, TransNusa dan Super Air Jet.

“Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Sekretariat Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menyatakan, TNI Angkatan Udara kembali mengerahkan lima unit pesawat dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (21/8/2026) siang. Pesawat-pesawat tersebut diberangkatkan menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di 3 provinsi terdampak di Kalimantan," ujar Teddy dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mendukung armada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah beroperasi di wilayah tersebut.

Selain pengerahan tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, agar pengerahan armada dapat bergerak cepat menyesuaikan dengan kebutuhan BNPB serta dinamika situasi di lapangan.

Di samping bantuan udara, pemerintah terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui penguatan operasi terpadu di tingkat tapak yang melibatkan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga relawan, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher