Menuju konten utama

Kemenhub: Penerbangan Kalimantan Terdampak akibat Asap Karhutla

Kemenhub mencatat ratusan penumpang dari sejumlah maskapai penerbangan terdampak akibat karhutla di Kalimantan.

Kemenhub: Penerbangan Kalimantan Terdampak akibat Asap Karhutla
Arsip foto - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Selasa (30/9). ANTARA/Harianto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa asap tebal imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan telah mengakibatkan penerbangan dari maupun ke daerah tersebut terganggu. Lukman menambahkan, beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang (SKJ), Kalimantan Barat sudah mengalami pembatalan dengan jumlah penumpang terdampak mencapai ratusan.

“Pada 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK. Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK,” ungkapnya, melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (21/8/2026).

Pada 18 Agustus 2026, imbas jarak pandang hanya sekitar 2.000 meter membuat maskapai TransNusa dan Super Air Jet membatalkan penerbangan. Akibatnya, masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK TransNusa terdampak, sedangkan masing-masing 180 dan 179 penumpang Super Air Jet terdampak.

Kemudian, jarak pandang hanya sekitar 2.500 meter pada 19 Agustus. Pada akhirnya, TransNusa kembali membatalkan sejumlah penerbangan hingga berdampak pada masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK. Sementara itu, pembatalan penerbangan Super Air Jet telah berdampak pada masing-masing 180 penumpang untuk kedua rute tersebut.

“Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai,” kata Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, sampai saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan masih terus memantau pergerakan asap karhutla. Pemantauan dilakukan bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap penerbangan.

Menurut Lukman, pemantauan terus dilakukan karena jarak pandang (visibility) merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Apabila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” terang Lukman.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Sementara itu, di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

“Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air, yaitu CGK-PKN dari 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB,” ungkapnya.

Dengan semakin parahnya karhutla, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala. Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” kata Lukman.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher