Menuju konten utama

Ahmad Doli Kesal Cak Imin Saling Salahkan Menteri soal Bencana

Doli menilai yang berhak mengevaluasi kinerja menteri hanya presiden, bukan di level antar sesama menteri.

Ahmad Doli Kesal Cak Imin Saling Salahkan Menteri soal Bencana
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (19/8/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang memerintahkan tiga menteri Kabinet Merah Putih untuk taubatan nasuha usai terjadi bencana di Sumatra.

Menurutnya, saat ini seluruh elemen negara tengah fokus dalam melakukan pertolongan kepada korban terdampak bencana. Apalagi, jumlah korban semakin meningkat di setiap waktunya.

“Menurut saya, saya menyayangkan ya pernyataan itu di tengah kita semuanya sedang konsentrasi untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana banjir di Sumatra itu. Harusnya kan kita semua fokus bagaimana membantu mereka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi,” kata Doli kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Alih-alih saling menyalahkan satu sama lain, Doli memerintahkan pemerintah agar fokus saja dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Lagipula, katanya, yang berhak mengevaluasi kinerja menteri hanyalah Presiden Prabowo Subianto.

“Misalnya kalau mereka kekurangan logistik, kekurangan BBM, kekurangan air, kemudian tidak ada jaringan. Sebaiknya pemerintah fokus ke sana, bukan saling menyalahkan gitu ya. Dan menurut saya yang bisa mengevaluasi apa yang nyuruh tobat atau tidak itu ya presiden gitu loh,” kata Doli.

Dengan begitu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menilai Cak Imin sudah melampaui kewenangannya.

“Cak Imin itu sebagai apa? Kan dia bukan presiden, dia kan cuma menko gitu. Jadi yang berhak menegur, yang berhak memberikan peringatan, yang menyuruh tobat atau tidak itu ya kepada menteri, kepada menteri-menterinya itu adalah presiden,” tuturnya.

Kemudian, dia pun balik mempertanyakan kinerja atau andil Cak Imin dalam penanggulangan bencana di Sumatra. Menurut Doli, kinerja Cak Imin dalam pemerintahan juga harus dievaluasi.

“Nah persoalannya kalau mau dievaluasi, ya kita juga bisa mengevaluasi kinerja seluruh menteri termasuk Cak Imin. Sekarang kita mau tanya, dia buat apa dalam langkah bencana itu? Apa yang sudah dia buat?,” ucapnya.

Lebih lanjut, Doli juga mengingatkan di situasi yang tengah genting ini, sudah semestinya pejabat publik, dalam hal ini menteri Kabinet Merah Putih agar bersatu dan saling menguatkan. Bukan malah saling menyalahkan.

“Ya, di tengah seperti ini jangan membuat situasi tambah keruh lah. Jangan merasa yang paling benar, yang masa paling hebat gitu. Nah sekarang masyarakat menunggu apa yang bisa kita buat masing-masing dari kita. Jadi enggak usah ngomentarin, apalagi sering menyalahkan sesama korps kabinet,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menko PM, Muhaimin Iskandar, mengajak para menteri untuk bertaubat saat sambutan Seminar Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/2025).

Cak Imin menyebut telah mengirim surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Surat itu berisi ajakan untuk berbenah diri sekaligus mengevaluasi kebijakan yang dijalankan.

"Untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan policy dan langkah-langkah kita sebagai wujud dan komitmen kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha," katanya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto