Menuju konten utama

Ada Insentif Lebaran 2026, dari Diskon hingga Bansos

Pemerintah siapkan diskon tarif transportasi dan bansos beras untuk periode Ramadan dan Lebaran 2026.

Ada Insentif Lebaran 2026, dari Diskon hingga Bansos
Ilustrasi Diskon. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapakn target anggaran insentif dan diskon untuk periode Ramadan dan lebaran Idulfitri 2026.

"Kisarannya Rp13 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (29/1/2026), dikutip dari Antara News.

Airlangga berujar, pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi selama masa lebaran 2026.

Adapun secara umum, paket kebijakan insentif lebaran rencananya bakal mencakup:

  • Diskon transportasi;
  • Potongan tarif tol;
  • Penyaluran bantuan sosial pangan (beras dan Minyak Kita).

Kendati rincian insentif belum diumumkan, Airlangga sempat berujar, "Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar."

Sebelumnya, program serupa sudah dijalankan oleh pemerintah pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Rinciannya mencakup beberapa sektor berikut:

      • Diskon 30 persen untuk tiket kereta ekonomi komersial menghasilkan realisasi 1,7 juta penumpang dari target 1,5 juta orang (112,6 persen).
      • Kebijakan PPN DTP dan diskon biaya bandara yang diklaim berhasil menurunkan harga tiket pesawat 13–14 persen dengan realisasi 3,7 juta penumpang (104,2 persen dari target).
      • Diskon tarif 20 persen pada kapal PELNI mencatatkan realisasi 406 ribu orang, atau sekitar 100% dari target.
      • Diskon jasa pelabuhan mencapai realisasi 206 ribu penumpang (90,9 persen) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen).

      Di lain waktu, tepatnya pada periode Lebaran tahun 2025, pemerintah turut memberi stimulus Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah, meliputi penurunan harga tiket pesawat serta diskon tarif tol di sejumlah ruas jalan utama untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat.

      Penurunan tarif tol tersebut disesuaikan dengan masa libur Hari Raya Nyepi yang pada saat itu jatuh berdekatan dengan momentum Lebaran.

      Adapun ketika itu pemerintah juga menjalankan program untuk mendorong daya beli via skema diskon belanja, mencakup Harbolnas 2025, program EPIC Sales 2025, dan BINA Diskon 2025.

      Implementasi insentif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait delapan kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

      Terkait insentif lebaran 2026 yang sudah disebut oleh Airlangga, pemerintah saat ini masih mematangkan sejumlah insentif tambahan. Semua bakal diumumkan dalam waktu dekat.

      Baca juga artikel terkait BANSOS atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

      Kontributor: Rofi Ali Majid
      Penulis: Rofi Ali Majid
      Editor: Yantina Debora