Menuju konten utama
Parenting

9 Tips Bagi Orang Tua Mendampingi Anak Puasa Pertama Kali

Tips bagi orang tua mendampingi anak puasa pertama kalinya, yang terpenting jangan memaksa anak.

9 Tips Bagi Orang Tua Mendampingi Anak Puasa Pertama Kali
Ilustrasi menyiapkan makanan berbuka puasa bersama anak. foto/istockphoto

tirto.id - Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang diwajibkan pada umat Islam. Namun, tak semua orang diwajibkan puasa karena terdapat beberapa syarat sah yang harus dipenuhi.

Dikutip dari NU Online, ulama empat madzhab menyepakati kewajiban puasa bagi muslim baligh, berakal, suci, mukim, dan mampu berpuasa.

Ini sama artinya bahwa anak yang belum baligh atau mengalami masa pubertas tidak diwajibkan untuk berpuasa.

Meski belum memiliki kewajiban untuk berpuasa, para ulama menyarankan agar anak tetap belajar berpuasa sebagai bentuk latihan.

Usia Ideal Anak Berpuasa

Dalam Islam, anak sebaiknya diminta berpuasa Ramadhan ketika sudah berusia tujuh tahun. Apabila belum mau puasa hingga umur sepuluh, maka boleh dipukul dengan tujuan mendidik.

Hal ini sejalan dengan anjuran puasa bagi anak pada pandangan medis. Cut Nurul Hafifah, seorang dokter spesialis anak konsultan nutrisi metabolik, dalam laman Antara, juga mengatakan bahwa anak dapat diajarkan puasa ketika menginjak usia tujuh tahun.

"Anak yang berusia di bawah usia 7 tahun merupakan kelompok yang lebih berisiko mengalami hipoglikemia apabila berpuasa," ujar Cut Nurul.

Hipoglikemia sendiri adalah sebuah kondisi di mana berkurangnya kadar gula darah dalam tubuh.

Hal ini bisa terjadi saat anak berpuasa karena setelah puasa selama enam jam, tubuh mulai memecah glikogen atau cadangan gula dalam tubuh untuk menjaga kadar gula.

Semakin kecil usia seorang anak, maka cadangan glikogennya pun semakin sedikit dan dapat mengakibatkan hipoglikemia.

Tips Bagi Orang Tua Mendampingi Anak Puasa Pertama Kali

Mendampingi anak puasa pertama kali mungkin dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.

Untuk itu, simak sejumlah tips bagi orang tua yang mendampingi anak yang pertama kali berpuasa berikut ini dirangkum dari laman Siap Nikah.

1. Hindari memaksa anak

Anak baru diwajibkan untuk berpuasa setelah mencapai masa baligh, yaitu bagi anak laki-laki setelah mimpi basah, dan bagi anak perempuan setelah menstruasi.

Sebelum mencapai masa itu, anak belum diwajibkan untuk berpuasa sehingga tidak boleh dipaksa.

Sebaiknya ajarkan puasa secara sukarela, terutama jika ia belum menginjak usia 10 tahun seperti yang dianjurkan sebelumnya.

2. Ajak anak untuk memahami makna puasa

Jelaskan fungsi dan makna puasa dengan bahasa yang mudah dipahami anak, contohnya memberitahu bahwa puasa artinya menahan diri dari makan dan minum mulai dari imsak hingga waktu berbuka.

Sampaikan bahwa puasa adalah hal yang positif dan menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani saat belajar berpuasa, misalnya dengan bercerita atau membagikan pengalaman orang tua saat masih kecil.

Jika anak merasa lapar, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dengan tujuan puasa, yakni merasakan lapar dan bersyukur.

3. Buatlah tahapan

Anak tidak perlu langsung berpuasa penuh sampai magrib karena anak belum bisa mengukur aktivitas yang pas saat puasa. Ia mungkin tetap bermain dan bergerak sehingga rentan dehidrasi.

Berikan waktu buka yang fleksibel dan perhatikan kondisi kesehatannya. Mulai dari durasi dua jam dan naik secara bertahap sesuai kesepakatan bersama anak.

Jika anak merasa lemas atau mengalami gejala seperti pusing, sakit perut, atau kehilangan konsentrasi, berikan minuman manis dan segar dan minta anak mengakhiri puasanya.

Jangan mengolok-olok anak yang membatalkan puasa dan kenalkan anak pada kemuliaan puasa dengan cara yang positif.

4. Hidangkan menu favorit

Siapkan menu sahur dan berbuka yang menjadi favorit anak. Namun, perhatikan juga nilai gizinya agar tidak mengganggu pertumbuhan anak.

5. Sahur dan buka bersama

Dampingi anak pada waktu sahur dan buka agar anak terbiasa dengan pola makan saat puasa. Momen ini akan membuat anak merasa nyaman dan semangat berpuasa.

6. Berikan tauladan sebagai contoh

Anak cenderung tertarik dengan kegiatan orang dewasa di sekitarnya. Jadi, jika ingin anak menikmati waktu puasanya, berikan contoh baik yang dapat dijadikan panutan saat belajar puasa pertama kali.

Biarkan anak belajar dari apa yang mereka lihat pada orang tua mereka. Bagi ibu yang sedang menstruasi, hindari makan di depan anak yang sedang belajar puasa.

7. Ciptakan suasana berpuasa yang menyenangkan

Ajak anak terlibat dalam persiapan sahur yang tidak terburu-buru. Pastikan orang tua juga tidak terlihat lesu agar anak merasa gembira.

Saat seharian berpuasa, tunjukkan pada anak bahwa kita dapat melakukan kegiatan dengan semangat meskipun berpuasa seharian.

8. Alihkan perhatian anak dengan kegiatan positif

Meski puasa, ajak anak untuk tetap beraktivitas. Lakukan hal yang tidak menguras energi dan membuatnya cepat merasa lapar dan haus, seperti menghafal surat-surat pendek, belajar salat, membaca buku, atau bermain permainan edukatif.

9. Berikan semangat dan apresiasi pada anak

Berikan apresiasi dengan kata-kata positif adalah cara yang baik untuk menumbuhkan kebiasaan baik pada anak, meskipun kadang anak tidak dapat memenuhi target puasa.

Jangan menjanjikan hadiah karena dapat mengubah kenikmatan puasa menjadi kenikmatan mendapatkan hadiah.

Baca juga artikel terkait ANAK PUASA atau tulisan lainnya dari Nisa Hayyu Rahmia

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Nisa Hayyu Rahmia
Penulis: Nisa Hayyu Rahmia
Editor: Dhita Koesno