Menuju konten utama

20 Fenomena Langit November 2025 & Peristiwa Astronomi

Simak daftar fenomena langit sepanjang November 2025 sebagai acuan waktu mengamati peristiwa astronomi di luar angkasa dari Bumi.

20 Fenomena Langit November 2025 & Peristiwa Astronomi
Gerhana bulan total atau ‘Blood Moon’ terlihat di Jakarta, Senin (8/9/2025). BRIN menyebut warna kemerahan pada puncak gerhana bulan yang terjadi pada 7-8 Septermber 2025 tersebut akibat hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi (Rayleigh scattering). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wpa.

tirto.id - Sepanjang bulan November 2025, berbagai peristiwa astronomi terjadi dan bisa tampak dari Bumi. Dari fenomena full moon hingga hujan meteor, berikut daftar fenomena langit sepanjang November 2025.

Pada November, manusia di Bumi bisa melihat aneka peristiwa dan fenomena langit.

Salah satunya adalah fenomena Full Moon atau Supermoon. Fenomena Bulan yang nampak lebih besar dari biasanya ini akan terjadi pada 5 November 2025.

Ketika fenomena itu terjadi, Bulan akan nampak sedikit lebih besar dengan cahaya yang juga tampak lebih terang. Hal ini dikarenakan posisi Bulan yang lebih dekat dengan Bumi daripada waktu-waktu normal.

Ada pula hujan meteor Taurid Utara. Pada bulan November 2025, sisa debu komet Encke akan memasuki atmosfer Bumi, membuatnya dapat diamati jika kondisi sedang cerah.

Selain Taurid Utara, hujan meteor Leonid juga diprediksi terjadi pada November. Fenomena ini terjadi akibat partikel debu komet Tempel-Tuttle yang melintas di orbit Bumi.

Berikut daftar fenomena langit dan kalender peristiwa astronomi pada bulan November 2025.

Daftar Fenomena Langit Bulan November 2025

Sepanjang November, sejumlah fenomena langit akan terjadi dan berkemungkinan dapat diamati dari Bumi.

Beberapa di antaranya adalah fenomena Supermoon dan hujan meteor. Namun, ada pula fenomena lain seperti posisi Uranus yang berada di jarak yang paling dekat dengan Bumi.

Berikut daftar fenomena langit bulan November 2025:

1. Hujan Meteor Taurid

Pada tahun ini, hujan meteor yang umumnya berasal dari rasi bintang Taurus ini akan berasal dari dua sumber berbeda. Pertama, hujan meteor akan terjadi akibat butiran debu dari Asteroid 2004 TG10. Kedua, hujan meteor akan terjadi karena sisa-sisa komet 2EP Encke.

Berlangsung selama 7 September hingga 10 Desember, puncak hujan meteor Taurid tahun ini akan berlangsung pada November. Namun, sayangnya, hujan meteor ini diprediksi akan tertutup cahaya bulan purnama, membuatnya sulit dilihat dari Bumi.

2. Supermoon

Pada November, terdapat pula fenomena Supermoon, yakni fase Beaver Moon. Pada momen ini, bulan purnama akan nampak lebih besar dan bercahaya karena posisinya yang lebih dekat dari Bumi dibandingkan waktu biasa.

Di Amerika, suku asli di sana menjadikan fenomena ini sebagai waktu penanda untuk memasang perangkap berang-berang sebelum musim berganti.

3. Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid bisa menghasilkan 15 meteor perjam pada puncaknya. Hujan meteor ini berasal dari butiran debu sisa-sisa komet Tempel-Tuttle yang ditemukan pertama kali pada 1865.

Jika cuaca cerah, peristiwa ini dapat diamati dari Bumi karena Bulan tengah memasuki fase sabit. Meteor ini umumnya akan nampak dari rasi bintang Leo.

4. New Moon

Pada bulan November juga akan terjadi peristiwa New Moon atau bulan baru. Peristiwa astronomi ini terjadi ketika posisi Bulan berada lurus di antara Bumi dan Matahari. Hal ini membuat Bulan terlihat lebih redup dari biasanya.

Redupnya sinar Bulan dapat dimanfaatkan untuk mengamati objek langit lain seperti galaksi atau gugus bintang.

Umumnya, peristiwa ini akan menimbulkan fenomena pasang laut yang berdampak pada kegiatan pelabuhan dan perikanan.

5. Oposisi Uranus

Uranus akan mengalami peristiwa oposisi pada bulan November 2025. Hal ini menyebabkan Uranus dan Bumi berada pada jarak terdekatnya.

Melalui teleskop, peristiwa ini membuat manusia di Bumi dapat mengamati Uranus sebagai titik biru-hijau di antara gelapnya luar angkasa.

Kalender Peristiwa Astronomi November 2025

Selain lima fenomena langit di atas, terdapat pula peristiwa astronomi lainnya yang terjadi sepanjang kalender November 2025.

Akan tetapi, tak semua peristiwa ini dapat diamati oleh manusia di Bumi. Beberapa di antaranya hanya bisa diamati dengan bantuan teleskop. Beberapa lainnya bahkan tak bisa diamati dengan teknologi sekarang.

Berikut kalender peristiwa astronomi November 2025 baik yang bisa diamati dari Bumi maupun yang tidak.

  • 2 November: Mendekatnya Bulan dan Saturnus; dan konjungsi Bulan dan Saturnus.
  • 3 November: Bulan di aphelion.
  • 4 November: Dikotomi Merkurius.
  • 5 November: Full Moon.
  • 6 November: Posisi parigee Bulan.
  • 8 November: Okultasi Bulan pada Beta Tauri.
  • 10 November: Konjungsi Bulan dan Jupiter.
  • 11 November: Jupiter memasuki gerak retrograd.
  • 12 November: Asteroid 471 Papagena pada posisi oposisi; Bulan pada Kuartal Terakhir; hujan meteor Taurid Utara 2025.
  • 13 November: Konjungsi Merkurius dan Mars; okultasi Bulan pada Regulus.
  • 17 November: Hujan meteor Leonid 2025 & Gugus Pleiades berada pada posisi yang tepat
  • 20 November: Bulan pada posisi apogee; Bulan Baru (New Moon); dan Merkurius pada konjungsi Matahari inferior.
  • 21 November: Uranus pada posisi oposisi; konjungsi Bulan dan Mars; hujan meteor α-Monokerotid 2025.
  • 22 November: Bulan pada perihelion; Komet 210P/Christensen melewati perihelion.
  • 23 November: Merkurius pada perihelion.
  • 24 November: Okultasi Bulan Sigma Sagittarii.
  • 27 November: Gugus Hyades berada pada posisi yang tepat untuk diamati.
  • 28 November: Saturnus mengakhiri gerak retrograd; Kuartal pertama Bulan; hujan meteor Orionid November 2025.
  • 29 November: Mendekatnya Bulan dan Saturnus.
  • 30 November: Konjungsi Bulan dan Saturnus; serta Mars berada di apogee.

Untuk mengetahui informasi tentang fenomena astronomi lainnya, pembaca dapat menengok artikel Tirto lainnya di sini.

Baca juga artikel terkait FENOMENA ASTRONOMI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan