tirto.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat rugi sebesar Rp1,66 triliun sepanjang semester I-2025. Salah satu kontributor kerugian tersebut adalah investasi perusahaan dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merugi Rp542,31 miliar per Juni 2025.
PSBI merupakan perusahaan patungan WIKA bersama KAI, Jasa Marga, dan PTPN yang menaungi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Berdasarkan laporan keuangan WIKA yang dikutip Rabu (30/7/2025), kerugian dari PSBI memang menunjukkan penurunan dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,57 triliun.
Namun, besaran kerugian Rp542,31 miliar ini tetap membebani kinerja perseroan. Saat ini, kepemilikan saham WIKA di PSBI tercatat sebesar 33,36 persen, setelah adanya penerbitan saham baru yang seluruhnya diambil alih oleh KAI.
Kerugian WIKA juga dipicu oleh penurunan pendapatan yang signifikan. Pada kuartal II-2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,85 triliun, turun 22,2 persen secara tahunan.
“Untuk kuartal II-nya sendiri, kami turun mengambil 22 persen jadi Rp5,85 triliun di kuartal II-2025, dibandingkan yang di 2024 sebesar Rp7,5 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Wika, Ngatemin, saat media gathering, dikutip Rabu.
Adapun, sektor infrastruktur dan gedung mengalami penurunan sebesar 32,3 persen menjadi Rp2,343 triliun, sementara pendapatan dari segmen industri merosot 29,7 persen menjadi Rp1,6 triliun.
Meski berhasil mengurangi beban pokok pendapatan sebesar 21,8 persen, laba kotor WIKA tetap terkikis 26,8 persen menjadi Rp472,55 miliar.
Lebih memprihatinkan lagi, laba usaha perseroan anjlok 96,08 persen, hanya menyisakan Rp133,2 miliar.
Di sisi lain, beban keuangan WIKA juga membengkak hingga Rp1,38 triliun, ditambah kerugian dari perusahaan patungan serta pajak final yang mencapai Rp109,55 miliar.
Akibatnya, perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp1,7 triliun dan rugi bersih Rp1,66 triliun.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































