Menuju konten utama

Wemen PU: 4 Jembatan di Aceh Putus Akibat Banjir-Tanah Longsor

Sementara di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga terdapat 20 titik longsor yang belum bisa teridentifikasi.

Wemen PU: 4 Jembatan di Aceh Putus Akibat Banjir-Tanah Longsor
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dengan rincian 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak serta 20.759 jiwa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

tirto.id - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumawati mengungkapkan bahwa bencana banjir-tanah longsor yang terjadi di Aceh menyebabkan empat jembatan terputus. Selain itu, di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga terdapat 20 titik longsor yang belum bisa teridentifikasi sebab tim Kementerian PU belum berhasil untuk memasuki wilayah tersebut.

“Saat ini kami mengidentifikasi ada empat jembatan yang terputus yang ada di Aceh. Dan kemudian juga ada di Sibolga dan Tapanuli Tengah, yang sampai dengan saat ini ada 20 titik longsor yang kami sendiri juga belum bisa mengidentifikasi karena kami belum bisa masuk sampai ke Sibolga,” kata Diana dalam konferensi pers usai rapat koordinasi di gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).

Menurut Diana, kementeriannya telah mulai memetakan kerusakan infrastruktur di tiga provinsi yang terdampak bencana besar tersebut. Namun proses identifikasi belum sepenuhnya selesai lantaran hujan ekstrem masih berlangsung hingga hari ini.

“Dan mudah-mudahan hari ini selesai karena menurut BMKG sudah selesai siklon tropis Senyar-nya. Dan mudah-mudahan alat-alat berat kami pun juga sudah bisa sampai ke lokasi,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra Barat. Di daerah ini disebut Diana menyebabkan gangguan layanan PDAM dan infrastruktur air bersih.

Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU telah mengirimkan alat berat ke berbagai lokasi terdampak. Sebanyak 21 unit telah diberangkatkan ke Sumatra Utara, 12 unit ke Aceh, dan 15 unit ke Sumatra Barat.

Alat berat ini disebut Diana diprioritaskan untuk membuka jalur yang tertimbun longsor sehingga mobilisasi tim SAR dan distribusi bantuan bisa dilakukan lebih cepat.

“Dan mudah-mudahan alat berat kami yang saat ini sudah siap segera bisa sampai ke lokasi. 21 yang ada di Sumatera Utara, dan kemudian 12 yang ada di Aceh, dan 15 yang ada di Sumatra Barat, mudah-mudahan segera bergerak untuk membersihkan longsoran-longsoran yang ada di sana,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait ACEH atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama