tirto.id - Venita (24), seorang Warga Sukabumi, mendatangi Pos Pengaduan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, di Lembur Pakuan, Subang pada Senin (15/9/2025).
Kehadirannya menyampaikan langsung kronologi dugaan pungli yang dialami, sekaligus meminta pemerintah daerah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang terlibat.
Dalam keterangannya melalui wawancara langsung, yang bersangkutan mengungkapkan bahwa banyak warga Sukabumi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di kampung halamannya sendiri. Bahkan, harus rela mengeluarkan biaya besar akibat ulah para calo.
“Harapan saya setelah keluarga venita melapor ke pos pengaduan KDM, para oknum pungli di pabrik Kabupaten Sukabumi bisa ditindak keras. Termasuk jika memang ada orang dalam perusahaan yang ikut bermain,” kata keluarga Venita saat dikonfirmasi Info Sukabumi, Selasa (16/9/2025).
Kasus yang sempat viral di media sosial ini mendapat perhatian dari pihak Lembur Pakuan. Laporan yang bersangkutan disebut sudah diteruskan kepada KDM untuk ditindaklanjuti.
“Tadi saya sudah bertemu stafnya, dan laporan sudah diteruskan ke Pak Gubernur Jawa Barat agar segera ditindaklanjuti,” sebut keluarga Venita.
Selain melaporkan ke KDM, keluarga Venita berniat untuk membuat laporan ke polisi. Mereka berharap, pelaporan ini dapat mencegah jatuhnya korban lain akibat tertipu calo yang mencari keuntungan.
“Pihak GSI Sukabumi sepakat agar calo ini ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku di negara ini,” ujar keluarga Venita.
Humas PT Glostar Indonesia, Nurjaman, pun mengancam akan melaporkan calo yang melakukan pungli di GSI. Pihaknya tidak terima nama perusahaan tercemar akibat ulah para calo. Dia pun berharap agar pihak berwajib segera menindaklanjuti dugaan pungli calo yang mencatut nama GSI.
“Tindakan tersebut merugikan perusahaan,” tegasnya.
Senada, Tim Relawan Kang Dedi Mulyadi, Fathurman, menyampaikan duka terhadap warga yang jadi korban calo. Dia berjanji, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan korban.
“Akan segera [Tim Relawan KDM] melakukan audensi ke Bupati Sukabumi,” lontar Fathurrahman.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial dengan narasi soal buruh pabrik depresi karena PHK. Mirisnya, buruh itu disebut sudah membayar Rp8,5 juta untuk bekerja di pabrik sepatu ternama yang ada di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
=====
Info Sukabumi adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Info Sukabumi
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































