Menuju konten utama

Wamensos Resmikan Graduasi 2.087 Penerima Bansos di Klaten

Sebanyak 2.087 KPM PKH di Klaten resmi graduasi dari bansos. Wamensos menyebut capaian ini bukti keberhasilan kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat.

Wamensos Resmikan Graduasi 2.087 Penerima Bansos di Klaten
Agus Jabo saat menghadiri wisuda graduasi KPM PKH di Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). FOtO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resmi dinyatakan lulus (graduasi) dari status penerima bantuan sosial (bansos). Mereka dinilai telah mampu mandiri secara ekonomi sehingga tidak perlu lagi bergantung pada bansos.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menghadiri langsung acara "wisuda" graduasi ribuan KPM PKH itu di Grha Bung Karno, Klaten pada Selasa (30/6/2026).

Agus Jabo mengatakan capaian ini menunjukkan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta berbagai pihak dalam mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan.

"Ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan swasta, bergotong-royong untuk bisa memutus transmisi kemiskinan," kata dia.

Agus Jabo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 telah menugaskan Kementerian Sosial untuk berperan aktif dalam percepatan pengentasan kemiskinan.

Maka, Kementerian Sosial mengedepankan paradigma baru, yakni "bansos hanya bersifat sementara, berdaya selamanya." Artinya, bansos merupakan instrumen perlindungan yang bersifat sementara, karena tujuan utamanya membantu masyarakat menjadi mandiri dan berdaya.

"Pak Presiden tidak mau hanya berhenti [di bansos]. Beliau ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa mandiri, bisa berdaya, maka disusunlah program-program prioritas. Beliau ingin seluruh rakyat Indonesia iso gemuyu, bisa tersenyum. Supaya bisa gemuyu bagaimana caranya? Mereka harus dikeluarkan dari garis kemiskinan," ujar Agus Jabo.

"Kita harus berkolaborasi, harus berjuang sekuat-kuatnya sebagai aparatur negara untuk bisa menjadikan masyarakat kita iso gemuyu, bisa tersenyum," lanjutnya.

Agus Jabo sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta graduasi yang telah berhasil meningkatkan taraf hidupnya hingga tidak lagi bergantung pada bansos. Menurut dia, mereka bisa menjadi "guru kehidupan" karena mampu bangkit dari kemiskinan.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati universitas kehidupan rakyat yang sangat keras. Dan kalianlah yang memang sebetulnya mendapatkan penghormatan dan wisuda karena memang kalianlah yang menjadi sosok guru kehidupan keluarga maupun kehidupan masyarakat," ucapnya.

Wamensos juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Klaten, hingga pendamping PKH yang telah bersinergi mendukung pemberdayaan warga.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan para KPM yang telah menjalani graduasi merupakan pionir yang bisa menginspirasi penerima bantuan sosial lainnya untuk bangkit dan mandiri.

"Pionir itu jagoan. Karena Anda sudah diwisuda, berarti Anda bisa berdiri di kakinya ibu-ibu sekalian. Enggak ada lagi bansos kita yang sampai bertahun-tahun," ujarnya.

Menurut Luthfi, wisuda graduasi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal menuju kehidupan yang lebih baik.

"Hari ini bukan akhir daripada ibu diwisuda. Tetapi merupakan awal kesuksesan. Saya ingin ibu-ibu diwisuda hari ini bisa bercerita kepada anak cucu bahwa kalian sudah pernah diwisuda, tidak harus sarjana. Tetapi ibu adalah pahlawan keluarga, bahwa saya bisa berdiri di kaki saya sendiri," katanya.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan angka kemiskinan di daerahnya pada 2025 turun sebesar 1,05 persen. Meski demikian, ia mengakui jumlah penduduk miskin di Klaten masih cukup besar, sekitar 129.680 jiwa.

"Tapi memang karena start kami masih di 2 digit, dari 12 persen, sehingga baru (turun menjadi) 11 persen. Hari ini kami masih ada kurang lebih 129.680 jiwa yang masuk kategori tidak mampu atau miskin, yang tersebar di 26 kecamatan, 391 desa, 10 kelurahan," urainya.

Hamenang berharap graduasi ribuan KPM di Klaten menjadi penyemangat bagi penerima bansos lainnya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi agar tidak selamanya bergantung pada bantuan pemerintah.

"Bahwa hidup tidak hanya sekadar untuk mendapatkan bantuan, tapi bagaimana sekali lagi berawal dari mendapatkan bantuan, kemudian muncul semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih layak sehingga kemudian bisa graduasi dan insya Allah kemudian semua ke depan bisa menjadi lebih sejahtera," jelasnya.

Masih dalam kegiatan yang sama, Wamensos Agus Jabo juga menyerahkan secara simbolis bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kepada 5 penerima manfaat, yang masing-masing memperoleh modal Rp5 juta untuk mengembangkan usaha.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis