tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta agar aktivitas olahraga yang dijalani para peserta pendidikan dan latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 selama 20 hari menjadi kebiasaan baru ketika kembali ke rumah. Dahnil menekankan, kebiasaan tersebut perlu berubah menjadi sebuah kedisiplinan agar para petugas bisa optimal saat melayani para jemaah.
"Karena satu kebiasaan itu harus terus diulangi dan kemudian dia menjadi kedisiplinan," kata Dahnil dalam apel pagi Diklat PPIH Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (17/1/2026).
Dahnil berpesan agar petugas haji mulai mendisiplinkan diri. Ia beralasan, perbaikan penyelenggaraan haji itu bisa dimulai dari perubahan pribadi para petugasnya yang kedisiplinan.
Oleh karena itu, minggu pertama adalah batu ujinya. Ia berharap, minggu kedua dapat dilalui, dan diklat pekan ketiga bisa berubah menjadi pribadi yang baru.
"Besok ketika pulang ke rumah, olahraga itu adalah menjadi habitus teman-teman semuanya. Enggak ada lagi tuh petugas haji yang ikut di kelas petugas haji yang kesiangan. Gak ada lagi tuh yang tidak olahraga setiap hari," kata Dahnil.
Selama mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi 2026 yang digelar sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026 nanti, para peserta diklat setiap hari diwajibkan ikut senam dan jalan pagi minimal satu kilo meter. Pada pekan pertama, peserta diklat juga dilatih baris-berbaris untuk meningkatkan kedisiplinan.
Selain itu, setiap pekan para calon petugas haji yang ikut diklat juga mengikuti kegiatan jalan santai dan lari pagi sejauh 5 kilometer (km), 7,5 km, hingga 10 km. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kebugaran para petugas agar prima dalam melayani para jemaah karena ibadah haji adalah ibadah yang 90 persen-nya mengandalkan fisik.
Hari ini, Sabtu (17/1/2026) para peserta sudah melangsungkan kegiatan Fun Walk 5 km. Wamenhaj Dahnil juga ikut serta di dalamnya, bahkan ia lari hingga 7 km, melebihi para peserta yang dijadwalkan hanya 5 km.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























