tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menceritakan kisah jemaah haji 2025 bernama Tabroni saat apel malam peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. Tabroni merupakan jemaah haji yang membayar setoran awal dari menjual rumah dan tanah demi bisa ke baitullah.
Menurut Dahnil, dari hasil jual rumah dan tanah itu, Rp25 juta dibuat setoran awal haji, sebagian dibagi ke anak-anaknya. Sisanya dibelikan rumah yang akan dia tempati.
"Beliau menyampaikan sudah mengantre dan akhirnya berangkat setelah 25 tahun," kata Dahnil di hadapan sekitar 1.500-an peserta diklat pada Kamis malam (15/1/2026).
Dahnil mengisahkan perjuangan Tabroni ini agar para petugas haji paham bahwa para jemaah yang akan dilayani adalah orang-orang yang memiliki harapan dan mimpi ke tanah suci seperti Tabroni-Tabroni lain.
"Keinginan dan semangat spiritual orang-orang seperti Pak Tabronilah yang akan Anda jaga," jelas Dahnil.
Karena itu, kata Dahnil, para petugas jemaah haji ini mengemban tiga amanah. Pertama, amanah Allah karena para petugas akan melayani dhuyufurrahman.
"Amanah kedua adalah amanah dari jemaah haji, seperti Pak Tabroni tadi. Amanah yang ketiga tentu adalah amanah dari negara," ucap dia.
Sebab, kata Dahnil, negara bertanggung jawab memfasilitasi dan menjaga warga negaranya, termasul untuk beribadah secara baik dan aman.
Oleh sebab itu, kata Dahnil, para peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026, harus menanggung tiga amanah tersebut.
"Mari kita bangun kebersamaan. [...] Kita hadirkan bahwa kita adalah petugas haji yang ingin jauh lebih baik penyelenggaraan haji di 2026," pungkas Dahnil.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id
































