tirto.id - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, kembali mengingatkan agar Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 benar-benar melayani para jemaah, tidak mementingkan kebutuhan sendiri. Apalagi kepentingan untuk menjalankan ritual ibadah sendiri karena para petugas sudah berniat menjadi pelayan para dhuyufurrahman.
"Jangan mementingkan kebutuhan sendiri. Apakah itu kebutuhan finansial, apa itu kebutuhan fisik, apakah itu kebutuhan untuk menjalankan ritual-ritual-ritual haji sendiri," kata Gus Irfan usai apel gabungan seluruh kompi PPIH Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Akan tetapi, kata Gus Irfan, apabila nanti ada kesempatan menjalankan ritual haji, maka harus disyukuri. Namun, niat utama adalah melayani jemaah. "Kita sudah niat menjadi petugas," kata Gus Irfan.
Gus Irfan meminta petugas haji mengutamakan tugas sebagai PPIH apabila harus memilih antara menjalankan ritual haji atau menjalankan tugas.
Menurut Gus Irfan, para calon petugas PPIH Arab Saudi 2026 ini terdiri dari berbagai latar belakang, seperti pemerintah, unsur TNI dan Polri, ada dari pesantren, serta ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Gus Irfan meminta para petugas haji mengesampingkan ego sektoral dan memprioritaskan kepentingan jemaah.

"Mereka adalah pelayan jamaah, bukan pelayan pimpinan. Pada hari ini lihat mulai disiplin, semangat, yang saya pentingkan semangatnya," tutur Gus Irfan.
Selain itu, Gus Irfan juga meminta para petugas haji melatih kepekaan dan responsif sejak menjalani diklat semi-militer yang digelar sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026.
Gus Irfan mencontohkan tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan asrama diklat tanpa mengandalkan petugas kebersihan. Sebab, kata dia, kebiasaan kecil dan sederhana ini akan sangat berpengaruh terhadap cara kerja petugas PPIH di Arab Saudi nanti.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































