tirto.id - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan inspeksi mendadak atau sidak untuk memastikan konsumsi peserta pendidikan dan latihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Rabu (14/1/2026).
Sidak ini dilakukan Gus Irfan usai mendapatkan laporan adanya masalah konsumsi yang tak layak disajikan bagi peserta diklat PPIH Arab Saudi yang digelar sejak 10 Januari 2026. Karena itu, Gus Irfan melakukan sidak untuk memastikan kebenaran dari laporan tersebut.
"Saya datang tanpa pemberitahuan," kata Gus Irfan saat ditemui usai memimpin apel pagi gabungan kompi calon PPIH Arab Saudi 2016.
Berdasarkan hasil sidak, Gus Irfan mengaku tidak ada masalah dengan konsumsi diklat.
"Jadi, makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, ada buah. Itu kan sudah standar yang minimal yang harus kami siapkan. Dan alhamdulillah jalan, saya cicip dagingnya, saya cicip tempenya, alhamdulillah masih layak untuk dimakan," kata Gus Irfan.
Hasil temuan Gus Irfan selaras dengan pengakuan salah satu peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 dari Kompi Bravo, Bagus Zeny. Pria asal Demak Jawa Tengah ini mengatakan, konsumsi diklat menunya sangat beragam dan tiap hari berubah-ubah.
"Selain ada sayur dan lauk, setiap hari juga selalu ada buah. Kadang pisang, jeruk, dan apel," kata Bagus, Rabu (14/1/2026).
Menurut Bagus, peserta diklat dapat makan sehari tiga kali, yaitu sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Selain itu, juga ada dua kali coffee break dengan menu yang juga beragam.
Hal senada diungkapkan Eky Hendriawan, anggota Diklat PPIH Arab Saudi 2026 asal Bengkulu. Ia mengatakan menunya cocok di lidah dan memenuhi standar gizi yang layak.
"Ada protein, karbo, jus, dan buah," kata Eky menambahkan.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































