tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut pembelian hotel yang menjadi aset Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi baru akan rampung pada April 2026. Ia menyebut hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Kampung Haji belum bisa digunakan tahun ini.
“Kemarin kita sudah koordinasi dengan Danantara 2026 kita belum bisa menggunakan karena Novotel itu yang baru dibeli itu baru selesai proses pembeliannya sekitar bulan April,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2025).
Dahnil menuturkan, pembangunan Kampung Haji secara keseluruhan juga masih membutuhkan waktu lebih panjang karena mencakup proses perencanaan hingga pembangunan fisik.
“Kampung Haji secara keseluruhan pasti butuh waktu karena proses pembangunan dan sebagainya,” katanya.
Dahnil menjelaskan, saat ini baru satu aset hotel yang masuk tahap akhir pembelian, sementara proyek lainnya masih berada pada tahap lelang dan perencanaan.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memastikan Kampung Haji belum beroperasi pada 2026. Ia mengatakan Kampung Haji yang berada di Makkah ditargetkan dapat beroperasi pada 2028.
“Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan enggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” kata Irfan usai acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Meskipun demikian, pria yang dikenal dengan panggilan Gus Irfan itu menyebut pembangunan Kampung Haji sepenuhnya menjadi wewenang Danantara. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), kata Irfan, hanya berperan sebagai pengguna.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































