tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah resmi menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada 10 hingga 30 Januari 2026. Diklat ini menargetkan petugas yang kuat secara fisik, profesional, dan berintegritas.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Mayjen TNI (Purn), Dendi Suryadi, mengatakan pentingnya diklat ini untuk menghadirkan petugas yang berintegritas dan profesional dengan empat sasaran.
"Pertama fisiknya kuat, fisiknya bugar, karena kan memang ibadah haji itu, 90 persen adalah ibadah fisik," kata Dendi usai geladi bersih pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu malam (10/1/2026).
Dendi melanjutkan, yang kedua mentalnya harus tangguh dalam melayani jemaah haji. Menurut dia, para petugas ini mendaftar memang sebagai pelayan, sehingga nomor satu yang harus menjadi prioritasnya adalah melayani, bukan dilayani.
Ketiga, kata Dendi, selama diklat, para petugas juga akan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sesuai tugasnya masing-masing.
Keempat, kata dia, diklat ini diharapkan menciptakan bonding dan adanya persatuan yang kuat di antara para petugas.

Dalam diklat PPIH 2026 ini, kesiapan fisik memang menjadi perhatian khusus. Sebab, selain mampu menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi)-nya, petugas haji harus memiliki fisik yang kuat. Karena itu, dalam diklat yang digelar sekitar 20 harian ini, peserta dilatih semi-militer.
Menurut Dendi, minggu pertama metode yang dipakai PBB atau baris berbaris. "Karena apa? PBB itu metode yang bagus untuk melatih orang untuk terbiasa mendengarkan instruksi," kata dia.
Sementara minggu kedua, kata Dendi, materi diklat akan disesuaikan dengan tugas dan fungsi (tusi) masing-masing. Sedangkan pada minggu terakhir akan fokus pada daerah kerja atau daker di Arab Saudi.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































