Menuju konten utama

Wajah Banjir Ciledug: Duka Terendam dan Rezeki Gerobak Dadakan

Darman merugi sampai Rp10 juta akibat banjir di Ciledug. Sementara Edi terima Rp35.000-Rp50.000 dari jual jasa gerobak dorong dadakan.

Wajah Banjir Ciledug: Duka Terendam dan Rezeki Gerobak Dadakan
Banjir merendam kawasan perumahan Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat (23/1/2026) siang. tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir di kawasan Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat (23/1/2026) siang tidak hanya merendam jalan raya. Rumah-rumah warga beserta isinya juga ikut terendam air yang memiliki ketinggian mulai dari 50 sentimeter sampai dua meter itu.

Salah satunya adalah rumah milik Darman. Warga yang tinggal di perumahan Duren Village ini berprofesi sebagai tukang servis mesin cuci. Saat air mulai merendam rumahnya pada Kamis (22/1/2026) malam, Darman tidak sempat menyelamatkan sejumlah mesin cuci yang tengah ia perbaiki.

Akibatnya, sekitar lima buah mesin cuci yang sebelumnya sedang ia perbaiki terpaksa harus terendam oleh air banjir. Selama bertahun-tahun tinggal di kawasan Duren Village, Darman mengaku baru kali ini mesin cuci yang diperbaikinya sampai ikut terendam banjir.

“Kalau untuk [mesin cuci yang terendam banjir] ini belum [pernah]. Baru kali ini,” keluh Darman kepada Tirto, Jumat.

Perumahan Ciledug Indah Terendam Banjir

Banjir merendam kawasan perumahan Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat (23/1/2026) siang. tirto.id/Naufal Majid

Akibat kerusakan tersebut, Darman menaksir kerugian yang ia tanggung mencapai kurang lebih Rp10 juta. Terlebih lagi, apabila terendam air, tidak semua mesin cuci bisa kembali menyala.

“Kalau ini, [kerusakan] segini sih kurang lebih ada sepuluh [jutaan],” sebutnya.

Banjir juga membuat sebuah toko ban yang terletak di Jalan KH Hasyim Asyari terendam. Genangan air masuk hingga ke bagian dalam toko, membuat berbagai barang-barang yang terdapat di lantai satu toko itu dipindahkan ke lantai dua.

Sarnubi, penjaga toko ban tersebut, menuturkan, pada awalnya banjir memiliki ketinggian semata kaki. Lalu, pada Jumat pagi sekira pukul 08.00 WIB, air tiba-tiba naik tinggi hingga mencapai betis orang dewasa.

“Kalau ini [airnya datang] dari belakang, dari tanggul kali itu. Lubernya dari belakang, masuk ke jalan ini,” jelas Sarnubi saat ditemui Tirto.

Perumahan Ciledug Indah Terendam Banjir

Banjir merendam kawasan perumahan Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat (23/1/2026) siang. tirto.id/Naufal Majid

Namun, di tengah-tengah banjir yang telah melumpuhkan aktivitas warga di Ciledug Indah, ada sebagian orang yang memanfaatkannya untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Mereka menawarkan jasa gerobak dorong, untuk membawa sepeda motor milik warga yang melintas, agar kendaraan mereka aman dari jalanan yang tergenang banjir.

Edi, salah seorang warga yang telah menawarkan jasa gerobak dorong sejak Jumat pagi mengatakan, ia tidak mematok harga khusus kepada para pengguna sepeda motor yang menggunakan jasanya.

“Sukarela aja [biayanya]. Ada yang Rp50 ribu, Rp30 ribu, gimana solidaritas kita aja,” kata Edi.

Selain Edi, tak sedikit warga lainnya yang memilih menjadi tukang gerobak dorong dadakan, mengingat banyaknya pengendara yang mematikan mesin motornya agar terhindar dari mogok.

Baca juga artikel terkait BANJIR CILEDUG INDAH atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah