Menuju konten utama

IHSG Ditutup Melemah ke Level 8.951, 495 Saham Jeblok

Tekanan jual yang cukup signifikan membuat IHSG turun tajam ke level terendah harian sebesar 8.837.

IHSG Ditutup Melemah ke Level 8.951, 495 Saham Jeblok
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah ke level 8.951,01 pada perdagangan Jumat (23/1/2026), turun 41 poin atau 0,46 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sejak dibuka di level 9.031,49, indeks sempat menguat tipis di awal sesi dan mencetak level tertinggi di 9.039. Namun, tekanan jual yang cukup signifikan membuat IHSG turun tajam ke level terendah harian sebesar 8.837.

Dari sisi aktivitas pasar, total volume transaksi mencapai 64,05 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,98 triliun dan frekuensi 3,31 juta kali transaksi. Namun, breadth market masih negatif, terlihat dari 495 saham yang mengalami pelemahan, jauh lebih banyak dibandingkan saham menguat yang sebanyak 191 dan 118 saham stagnan.

Sejalan dengan turunnya IHSG, dari 10 indeks sektoral hanya saham-saham sektor kesehatan yang menguat 17,98 poin atau 0.83 persen ke level 2.174,52 dan sektor infrastruktur yang mengalami penguatan 3,21 poin atau 0,12 persen ke posisi 2.788,66. Sebaliknya, indeks yang mengalami penurunan paling dalam adalah indeks dari saham-saham siklikal konsumen (consummer cyclical) yang anjlok 31,5 poin atau 2,17 persen ke posisi 1.423,21.

Pada saat yang sama, kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 turut merosot ke level 873,59, turun 1,52 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Meski begitu, indeks JII justru mengalami penguatan sebesar 0,07 poin atau 0,01 persen menuju ke level 607,19.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama