tirto.id - Banjir melanda sejumlah lokasi di Kabupaten dan Kota Tangerang pada hari ini, Jumat (23/1/2026). Untuk mengantisipasi, Pemerintah Kota Tangerang pada pukul 12.30 WIB menutup akses Jalan HOS Cokroaminoto yang mengarah ke arah Ciledug, Kota Tangerang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely menuturkan, penutup sementara akses Jalan HOS Cokroaminoto dilakukan sebagai solusi alternatif akibat terputusnya akses jalan yang disebabkan luapan banjir di sekitar jalur masuk komplek perumahan Ciledug Indah.
"Kami sudah membatasi akses Jalan Raya HOS Cokroaminoto sementara waktu akibat tergenangnya akses jalan sejak pagi hari tadi, terutama bagi kendaraan selain roda dua. Penutupan sementara ini berlaku kondisional menyesuaikan kondisi di lapangan," ujar Suhaely, Jumat, dikutip laman Pemkot.
Pemkot Tangerang telah mengerahkan petugas lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang disebabkan sejumlah titik banjir di Kota Tangerang.
"Kami meminta maaf dan mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif khususnya di sekitar Ciledug Indah yang masih ditutup," tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung sampai 27 Januari 2026 mendatang.

Banjir Tangerang di Mana Saja?
Banjir melanda sejumlah kecamatan di Tangerang, di antaranya Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, dan Teluknaga. Ketinggian air mulai dari 5-120 cm.
Kondisi banjir terparah ada di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu di Kabupaten Tangerang, BPBD mencatat bencana banjir sudah terjadi sejak satu pekan lebih dan mulai berangsur surut.
Namun, karena kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.
Dia mengatakan banjir di daerah itu terjadi karena meluapnya beberapa aliran sungai seperti Cidurian, Cimanceuri dan Cidurian akibat hujan deras yang terus berlangsung dari dini hari hingga sore hari.
Salah satu banjir parah terjadi di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, dengan ketinggian volume air mencapai 2,5 meter.
Luasan banjir kini telah melanda dua RW yang ada di perumahan Cikande. Di mana, ketinggian air hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan.
Titik banjir terdalam berada di RT 04, RW 03 Perumahan Taman Cikande dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































