tirto.id - Banjir kembali melanda wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 125 sentimeter (cm). Banjir hari ini terjadi menyusul status Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa barat, yang kini berada pada Siaga 3.
"Bendungan Katulampa informasinya sudah Siaga 3. Saat ini ketinggian air di RT 13/RW 04 dilaporkan terus meningkat hingga mencapai 125 cm," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026) dilansir dari Antara.
Banjir mulai naik sejak sore hari akibat hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Pada pukul 16.00 WIB, ketinggian air masih berada di angka 75 cm, namun terus meningkat hingga malam hari.
"Curah hujannya deras dan lama. Jam 4 sore sudah 75 cm, lalu naik terus sampai sekarang 125 sentimeter," ujar Sanusi.
Meski kondisi Bendungan Katulampa berstatus siaga 3, hingga kini belum ada warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Warga memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing karena dinilai masih aman.
Sanusi mengingatkan, ketinggian air masih berpotensi bertambah apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
"Kalau hujan deras dan lama lagi, air bisa naik lagi," ucap Sanusi.
Sejumlah aparat gabungan dari Satpol PP, Brimob, Samapta, dan Polda Metro Jaya telah melakukan pemantauan dan bersiaga di lokasi banjir. Namun, bantuan logistik maupun evakuasi belum disalurkan hingga saat ini.
Dalam peristiwa ini, satu orang lanjut usia yang dalam kondisi sakit sempat dievakuasi ke lantai dua rumahnya untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Banjir di Pondok Karya Jakarta Selatan Capai 95 Cm
Banjir juga menggenangi Jalan Pondok Karya Komplek RW 04, Pela Mampang, Mampang Prapatan, hingga mencapai 95 sentimeter (cm).
"Pukul 18.00 WIB, tinggi muka air (TMA) di Pondok Karya mencapai 60 sampai 95 cm," kata Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar.
Dia mengatakan ketinggian air naik turun mengingat curah hujan yang tinggi.
Mengatasi hal itu, kata dia, pihaknya bersiaga di posko banjir bersama Polsek Mampang, kecamatan, kelurahan, dan jajaran Sumber Daya Air (SDA) yang dilengkapi peralatan satu perahu karet dan perahu kano.
Adapun akses jalan yang terdampak yakni RT 01, 02, 03, 05, 06, 07, 08, 11 dan 12/RW 04 yang penyebabnya yakni hujan lokal dan luapan kali Mampang.
"Total sembilan RT, 32 rumah, 32 kepala keluarga (KK), namun tak ada pengungsi di Pondok Karya," ucapnya.
Masuk tirto.id

































