tirto.id - Kasus kematian ternak babi akibat terserang penyakit flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF), meningkat drastis. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, mengatakan, sejak Januari hingga Maret tercatat 2.029 ekor babi yang mati akibat terserang virus ASF.
Menurut Yohanes, jumlah ribuan ternak babi yang mati akibat virus ASF ini berdasarkan data dari para penyuluh yang dihimpun dari 28 desa dan kelurahan yang tersebar pada 8 kecamatan. Menurut dia, belum semua desa memasukan laporannya.
Yohanes mengatakan, Kecamatan Alok menjadi wilayah terparah serangan ASF. Total babi mati selama tiga bulan terakhir sebanyak 590 ekor. Menyusul Kecamatan Waigete, Kewapante, dan Hewokloang, rata-rata lebih dari 300 ekor mati di setiap kecamatan.
“Populasi babi yang dilaporkan pada Januari-Maret sebanyak 4.553 ekor. Dengan mati 2.029 ekor, maka sisa babi pada rentang waktu itu sebanyak 1.809 ekor,” kata dia.
Ia juga mengatakan, salah satu solusi mencegah kematian babi lebih parah, Dinas Pertanian Sikka melakukan pengetatan masuk keluar babi dari dan ke Kabupaten Sikka, khususnya di perbatasan Sikka-Flores Timur, Kabupaten Sikka-Ende di bagian utara dan Kabupaten Sikka-Ende bagian selatan.
“Pengetatan masuk keluar babi berjalan cukup baik. Beberapa kali Dinas Pertanian Sikka berhasil menggalkan masuknya babi dari jalur utara,” kata dia.
Ia juga menyampaikan, setelah penantian panjang selama 4 tahun tidak ada vaksin babi, saat ini sudah ada vaksin untuk menyembuhkan penyakit ASF pada ternak babi. Vaksin tersebut namanya Avac ASF Live.
Menurut Yohanes, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI telah menerbitkan surat resmi yang antara lain ditembuskan kepada kepala dinas kabupaten/kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.
“Pemakaian vaksin Avac ASF Live tertuang dalam Surat Keputusan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI tentang penggunaan darurat obat hewan vaksin Avac African Swine Fever Live pada babi,” kata dia.
Albertus Audaks, salah seorang peternak babi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, mengaku bersyukur dan menyambut baik hadirnya vaksin Avac ASF Live pada ternak babi.
“Setelah penantian panjang tanpa ada vaksin, ini harapan baru bagi kami para peternak. Kami telah mengalami kerugian besar akibat ASF, kehadiran vaksin ini jadi penyemangat kami untuk memulihkan kembali usaha peternakan babi,” kata dia.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id


































