Menuju konten utama

Video Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla Picu Kecaman Dunia

Menteri Israel Ben Gvir unggah video aktivis Flotilla Gaza berlutut terikat di Ashdod. Italia, Prancis, UE, hingga AS kecam perlakuan tak bermartabat itu.

Video Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla Picu Kecaman Dunia
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir tiba untuk rapat kabinet di kantor perdana menteri di Yerusalem pada 27 Agustus 2023. (Foto oleh Menahem KAHANA / AFP)

tirto.id - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, memicu kecaman internasional setelah mengunggah sebuah video pada Rabu (20/5/2026) yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis dari armada kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla di akun media sosialnya. Akibat video tersebut, Ben Gvir panen hujatan dari dunia internasional.

Video tersebut memperlihatkan puluhan aktivis ditahan di sebuah fasilitas pelabuhan di Ashdod, Israel, dalam kondisi berlutut di tanah dengan tangan terikat ke belakang saat menjalani proses pemeriksaan sebelum kemungkinan dideportasi.

Dalam rekaman tersebut, suasana tampak tegang sejak awal. Seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan slogan “Free Palestine” sebelum aparat keamanan segera menangkap kepalanya dan mendorongnya ke tanah.

Ia kemudian diseret menjauh dari jalur Ben Gvir yang sedang melakukan kunjungan ke fasilitas tersebut.

Adegan itu memperlihatkan perlakuan keras aparat terhadap para aktivis sipil yang ikut dalam misi solidaritas untuk Gaza.

Banyak pengamat menilai perlakuan tersebut menyerupai cara penanganan terhadap tahanan berbahaya atau tersangka terorisme, bukan terhadap aktivis kemanusiaan internasional.

Video itu juga menunjukkan Ben Gvir berjalan di depan para tahanan sambil mengibarkan bendera besar Israel dan berteriak dalam bahasa Ibrani, “Selamat datang di Israel! Kami yang berkuasa di sini!”.

Pada bagian lain, kamera menyorot para aktivis yang masih berlutut dan terikat, sementara lagu kebangsaan Israel diputar keras melalui pengeras suara.

Dalam salah satu momen, Ben Gvir terlihat meneriakkan slogan nasionalis “Am Yisrael Chai” yang berarti “Bangsa Israel hidup” kepada seorang tahanan yang mencoba berdebat dengannya, seperti dilaporkan The Times of Israel pada Rabu (20/5/2026).

Respons Para Pemimpin Dunia soal Video yang Diunggah Ben Gvir

Tindakan tersebut langsung memicu kemarahan internasional, terutama dari negara-negara Eropa yang warganya ikut berada dalam armada kemanusiaan tersebut.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menjadi salah satu pemimpin pertama yang bereaksi keras terhadap insiden tersebut.

Meloni menyebut video itu tidak dapat diterima karena memperlihatkan perlakuan yang melanggar martabat para aktivis, termasuk warga negara Italia yang ikut dalam armada kemanusiaan tersebut.

“Pemerintah Italia segera mengambil, di tingkat institusional tertinggi, semua langkah yang diperlukan untuk mengamankan pembebasan segera warga negara Italia yang terlibat. Italia selanjutnya menuntut permintaan maaf atas perlakuan yang diberikan kepada para demonstran ini dan atas penghinaan total yang ditunjukkan terhadap permintaan eksplisit Pemerintah Italia,” ujar Meloni di akun X @GiorgiaMeloni (20/5/2026).

“Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional akan segera memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi tentang apa yang telah terjadi,” lanjutnya.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengumumkan bahwa dirinya memanggil duta besar Israel di Paris guna meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap warga Prancis yang ikut dalam flotilla tersebut.

“Saya telah meminta agar duta besar Israel untuk Prancis dipanggil untuk menyampaikan kemarahan kami dan mendapatkan penjelasan,” tegas Barrot di akun X @jnbarrot.

“Keselamatan warga negara kita adalah prioritas utama. Apa pun pendapat orang tentang armada ini—dan kami telah beberapa kali menyatakan ketidaksetujuan kami terhadap inisiatif ini—warga negara kita yang berpartisipasi di dalamnya harus diperlakukan dengan hormat dan dibebaskan secepat mungkin,” tambahnya.

Mengutip Al Jazeera pada Rabu(20/5/2026), reaksi keras juga datang dari sejumlah negara lain. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyebut tindakan Israel sangat keterlaluan setelah diketahui ada warga Korea Selatan yang turut ditahan.

Pemerintah Spanyol dan Irlandia bahkan menggambarkan perilaku Ben Gvir, dengan menyebutnya mengerikan dan memalukan.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengecam perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan monster, sedangkan Menteri Irlandia, Helen McEntee, mengaku terkejut dan meminta pembebasan segera para tahanan.

Uni Eropa juga ikut memberikan respons resmi. Juru bicara Uni Eropa, Anouar El Anouni, menyatakan bahwa perlakuan terhadap para aktivis dalam video yang dibagikan Ben Gvir sepenuhnya tidak dapat diterima. Uni Eropa menegaskan bahwa setiap orang yang ditahan harus diperlakukan secara aman, bermartabat, dan sesuai hukum internasional.

“(mendesak pemerintah Israel untuk) memastikan perlindungan dan perlakuan yang bermartabat terhadap para aktivis ini," ucap Anouni dikutip Anadolu Anjasi, Rabu(20/5).

Menteri Dalam Negeri sekaligus tokoh senior pemerintah Inggris, Yvette Cooper, juga menyampaikan keterkejutannya terhadap video tersebut.

Ia menegaskan bahwa perlakuan terhadap para tahanan sipil harus mematuhi hukum internasional dan standar kemanusiaan. Pemerintah Inggris menilai video itu memperlihatkan perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia.

“Kami sedang berhubungan dengan keluarga sejumlah warga negara Inggris yang terlibat untuk memberikan dukungan konsuler kepada mereka. Kami telah meminta penjelasan dari pihak berwenang Israel dan memperjelas kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua yang terlibat,” tulisnya di akun X @YvetteCooperMP.

Bersamaan dengan itu, negara-negara seperti Belanda, Kanada, Portugal, Swedia, Swiss, Jerman, Austria, Belgia, Yunani, Polandia, Slovenia, Kolombia, Turki, Qatar, dan lainnya turut menyampaikan kecaman serta memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.

Menariknya, kritik juga muncul dari Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Israel. Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut tindakan Ben Gvir bodoh.

“Kemarahan dan kecaman universal dari setiap pejabat tinggi Israel, mulai dari: @IsraeliPM @IsraelMFA @gidonsaar @IsraelPresident @yechielleiter @IsraelinUSA atas tindakan tercela Ben Gvir. Flotilla itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben Gvir telah mengkhianati martabat bangsanya,” tulisnya di X @GovMikeHuckabee.

Baca juga artikel terkait PENCULIKAN WNI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra