Menuju konten utama

87 Aktivis Global Sumud Flotilla yang Diculik Israel Mogok Makan

Puluhan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) lakukan aksi mogok makan sebagai protes atas penangkapan mereka & ribuan orang Palestina yang ditahan Israel.

87 Aktivis Global Sumud Flotilla yang Diculik Israel Mogok Makan
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. youtube/Global Sumud Flotilla

tirto.id - Sebanyak 87 aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang diculik Israel melakukan aksi mogok makan. Aksi ini sebagai protes atas penculikan yang dilakukan oleh Israel.

Kabar aksi mogok makan para aktivis GSF itu diunggah oleh penyelenggara Global Sumud Flotilla di akun X mereka pada Rabu (20/5/2026). GSF menyebut para aktivis melakukan aksi ini tak hanya “sebagai protes atas penculikan ilegal”, tetapi juga sebagai “bentuk solidaritas kepada lebih dari 9.500 sandera Palestina yang ditahan” Israel.

Seturut Al Jazeera, Israel sebelumnya telah menculik enam orang di atas kapal Lina al-Nabulsi pada Selasa (19/5) malam. Lina al-Nabulsi merupakan kapal terakhir dari rombongan GSF yang hendak berlayar menuju Jalur Gaza.

Insiden itu merupakan situasi terkini dari upaya Israel mengejar dan menangkap para aktivis di kapal-kapal GSF sejak Senin (18/5). Dalam tiga hari belakangan, Israel dilaporkan menangkapi para penumpang rombongan GSF di lepas pantai Siprus. Pasukan Zionis juga diduga menggerebek kapal dan menggunakan peluru karet dalam menculik para penumpang.

Sembilan dari para aktivis yang diculik Israel itu adalah warga negara Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengonfirmasi jumlahnya pada Rabu, sembari menyerukan pembebasan para aktivis dan kapal-kapal yang diculik dengan segera.

“Setiap saluran diplomatik dan langkah-langkah konsuler akan terus dimanfaatkan sepenuhnya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Selain warga Indonesia, Israel juga menculik warga Irlandia, Turki, Spanyol, Brasil, Afrika Selatan, hingga Malaysia. Negara-negara seperti Turki, Spanyol, dan Brasil turut mengecam tindakan pasukan Israel tersebut.

Semua Kapal GSF Berhasil Dicegat Israel

GSF merupakan aliansi maritim sipil internasional yang mencoba menerobos blokade laut Israel ke Jalur Gaza. Ada lebih dari 50 kapal yang berlayar dari Turki menuju Gaza pada pekan lalu, namun semuanya telah dicegat Israel.

Lina al-Nabulsi menjadi kapal terakhir yang dicegat Israel. Armada Kebebasan Gaza menyebut enam orang dari kapal tersebut “telah diculik”.

Pasukan Israel mulai menyerbu kapal-kapal GSF pada Senin lalu dengan dugaan menggunakan senjata berpeluru karet selama proses penggerebekan. Media Israel menggambarkan operasi ini sebagai kampanye pencegatan terbesar yang menargetkan armada menuju Gaza dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu aktivis yang diculik Israel adalah Margaret Connolly. Ia seorang dokter dan saudara perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly. Presiden Connolly juga membuat pernyataan dengan menyebut berita penculikan sebagai kabar yang “mengecewakan”.

“Saya sangat khawatir tentang dia [Margaret], dan saya juga prihatin terhadap rekan-rekannya di kapal,” tutur Catherine Connolly dalam perjalanan menemui Raja Charles III di London.

Menteri Luar Negeri Turki, Spanyol, Yordania, Pakistan, Bangladesh, Brasil, Indonesia, Kolombia, Libya, dan Maladewa juga telah membuat keterangan bersama. Mereka menyebut tindakan Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional”.

Israel secara terus menerus mempertahankan blokade di Jalur Gaza, Palestina, sejak 2007. Blokade ini mengisolasi perairan Jalur Gaza dari perairan internasional dan diklaim diperlukan untuk mencegah Hamas memperoleh senjata.

Kelompok hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan telah berulang kali mengkritik blokade. Tindakan Israel itu merupakan tindakan eksesif karena berdampak pada seluruh penduduk Gaza.

Baca juga artikel terkait PALESTINA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar