tirto.id - Utang nasional Amerika Serikat (AS) telah menembus angkat USD40 triliun. Hal ini menjadi rekor bagi pemerintahan negara Paman Sam itu. Namun, apa saja dampak dari hal tersebut?
Sebelumnya, menukil CNN, total utang nasional AS yang telah mencapai USD40 triliun itu diumumkan Departemen Keuangan AS pada Rabu (19/8/2026). Hal ini disebut telah menampilkan bagaimana pengeluaran pemerintah federal AS terus meningkat dengan cepat belakangan ini.
Dalam data yang dirilis Departemen Keuangan AS, utang tersebut telah meningkat dalam kurun waktu yang makin meningkat. Seperti dalam lima bulan terakhir, utang nasional AS telah meningkat sebesar USD1 triliun.
“Beban utang telah meningkat lebih cepat dalam beberapa tahun terakhir; pembayaran bunga atas utang telah membengkak seiring dengan kenaikan suku bunga dan pinjaman; dan semua ini terjadi di kondisi ekonomi yang relatif baik,” tulis CNN dalam laporannya.
Pada ahli juga menyoroti kenaikan jumlah utang tersebut. Michael Peterson, CEO Peter F. Peterson Foundation, misalnya, menyebut situasi ini cukup mengkhawatirkan karena utang AS telah meningkat USD20 triliun dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.
“Jika Anda melihat ke belakang, kita berada di angka USD20 triliun kurang dari 10 tahun yang lalu,” tuturnya.
Jaminan sosial dan kesehatan disebut telah berperan penting dalam kondisi fiskal AS tersebut. Hal itu seiring meningkatnya jumlah pensiunan yang tak lagi produktif tetapi beban biaya kesehatannya mesti ditanggung.
Selain itu, arah kebijakan para pejabat publik di AS juga disebut ikut mempengaruhi. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai undang-undang yang disahkan menyebabkan pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran pemerintah AS.
Seturut CNBC, besarnya utang tersebut juga telah menyebabkan beban bunga atas utang ikut membengkak. Untuk tahun ini saja, bunga atas utang pemerintah AS telah mencapai hampir USD1,2 triliun sehingga menjadikannya nilai pengeluaran terbesar di luar jaminan sosial dan kesehatan.
Bunga tersebut kemudian membuat Presiden AS Donald Trump membuat kritik terhadap bank sentral AS atau The Fed. Menurutnya, The Fed telah menetapkan suku bunga terlalu tinggi dan seharusnya AS membayar jauh lebih sedikit untuk utangnya.
“Saya melihat negara-negara seperti Swiss yang memiliki suku bunga terendah, setengah persen, dan kami membayar tiga setengah persen,” tuturnya pada Rabu (19/8).
Apa sebenarnya dampak dari utang AS yang tembus USD40 triliun tersebut?
Dampak Utang AS 40 Triliun Dolar
Besaran utang yang telah mencapai USD40 triliun bagi AS disebut akan berdampak bagi perekonomian para warganya. Meski tak secara langsung menanggung utang, namun publik AS diperkirakan akan menanggung dampaknya.
Melansir Axios, situasi keuangan pemerintah federal AS itu diperkirakan dapat memicu kenaikan biaya pinjaman bagi masyarakat AS. Sejumlah pinjaman seperti hipotek, pinjaman pendidikan tinggi, atau pinjaman usaha diperkirakan dapat menjadi lebih mahal karena kenaikan suku bunga.
Hal itu terjadi karena suku bunga umumnya bergerak sesuai kondisi pasar obligasi AS. Ketika beban imbal hasil obligasi AS meningkat, suku bunga umumnya ikut meningkat pada akhirnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































