Menuju konten utama

Trump Tolak Perpanjang MoU dengan Iran & Oman Kini Target Bom AS

Gencatan senjata AS-Iran belum diperpanjang. Di sisi lain, Oman menjadi target serangan AS setelah negara itu bersepakat dengan Iran atas Selat Hormuz.

Trump Tolak Perpanjang MoU dengan Iran & Oman Kini Target Bom AS
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kepada bangsa dari East Room Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Juli 2026. (Foto oleh SAUL LOEB / POOL / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan berakhir pada Senin (17/8/2026). Namun, sejauh ini, tak ada keputusan konkret yang tercapai untuk menghentikan perang. AS justru ogah memperpanjang MoU dan kini menargetkan Oman dengan bom mereka.

Seturut BBC, situasi seputar Perang AS-Iran kini masih diliputi ketidakjelasan. Hampir enam bulan sejak pecah perang pada 28 Februari lalu, terobosan untuk mengakhirinya tak kunjung muncul.

Terbaru, Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tak akan berusaha untuk memperpanjang masa berlaku MoU. Pernyataan itu dikeluarkan Trump pada Senin di Gedung Putih, ketika ditanya wartawan tentang kelanjutan MoU kedua negara.

Sebelumnya, MoU AS-Iran memuat kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan sebagian Selat Hormuz. Masa waktu itu lalu disepakati untuk digunakan sebagai masa upaya diplomasi penghentian perang dilangsungkan.

Akan tetapi, Trump mengatakan bahwa pihaknya tak akan mengupayakan perpanjangan waktu MoU itu, seiring kesepakatan penghentian perang tak kunjung tercapai hingga kini.

Dalam kesempatan terpisah, Trump juga membuat pernyataan bahwa ia telah mengadakan jalur komunikasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Komunikasi ini digambarkannya sebagai rahasia dan bersifat langsung.

Pernyataan itu dikeluarkan Trump dalam wawancaranya dengan reporter Fox News, Trey Yingst, pada Senin. Versi audio wawancara itu tak dirilis Fox, namun Trump disebut menyatakan bahwa Washington “tak buru-buru” dalam menghentikan perang dengan Iran.

Sementara itu, IRGC membantah pernyataan Trump tersebut. Juru bicara organisasi militer tersebut menyatakan bahwa pernyataan Trump adalah “kebohongan” dan “tidak lebih dari fantasi yang berasal dari delusi” akibat “kekalahan dan keputusasaan dalam perang”.

“Sejauh yang kami ketahui, dan berdasarkan pernyataan para pejabat Kementerian Luar Negeri, saat ini tidak ada pembicaraan dengan Amerika bahkan di tingkat itu,” kata seorang juru bicara yang dikutip kantor berita semi-resmi, Tasnim.

AS Mengancam Serang Oman Terkait Pengelolaan Selat Hormuz

Tak hanya terkait masa depan MoU Iran-AS, masa depan jalur pelayaran Selat Hormuz juga masih diliputi ketidakpastian. Belakangan, AS tampak tak puas dengan upaya diplomasi terkait pembukaan kembali Hormuz dan justru mengancam Oman karena hal ini.

Sebelumnya, Iran dan Oman dilaporkan tengah berunding untuk membuka kembali Selat Hormuz, perairan sempit yang jadi jalur perdagangan seperlima komoditas energi dunia. Per Selasa (18/8), keduanya disebut mencapai kesepakatan bersama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa “kesepahaman telah tercapai mengenai peta rute transit”. Ia juga menyebut kini detail kesepakatan tengah diselesaikan sebelum kedua negara merilis pernyataan bersama.

Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan salah satu poin utama yang diperselisihkan dalam perang AS-Iran. Penutupan selat ini telah berdampak pada peningkatan harga minyak mentah dunia dan komoditas lainnya.

Akan tetapi, sinyal positif kesepakatan Iran-Oman tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tampaknya tak membuat AS puas. Beberapa jam sebelum kesepahaman tercapai antara Teheran dan Muskat, Trump mengancam akan membom Oman.

Ancaman itu diutarakan Trump dalam wawancaranya untuk Fox News pada Senin. Ia menyebut AS akan mengebom Oman jika mereka “menghalangi” kepentingannya.

“Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan,” tutur Trump dalam wawancara tersebut.

Hingga kini, belum jelas apa yang dimaksud Trump tentang Oman yang “menghalanginya” itu. Trump tak merinci hal tersebut dalam wawancaranya.

Seturut CNN, ancaman ini sebenarnya bukan yang pertama dilayangkan Trump kepada Oman. Sebelumnya, Trump juga mengancam sekutunya itu.

“Oman akan berperilaku seperti orang lain, atau kita harus meledakkan mereka,” kata Trump pada Mei lalu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar