tirto.id - Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, akan mengakhir masa kerjanya pada akhir Agustus 2026 ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi hal ini pada Rabu (12/8/2026). Mundurnya Leavitt disebut akan mengubah operasi pers Trump di kemudian hari.
Menukil CNN, Donald Trump telah mengumumkan bahwa Leavitt “akan meninggalkan jabatannya pada akhir bulan”. Hal ini terjadi meskipun Leavitt sejauh ini telah menjadi salah satu ajudan penting bagi Trump.
Menurut Trump, pengunduran diri tersebut dilakukan Leavitt “agar dia dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak dan keluarganya”. Trump mengatakan alasan tersebut bisa ia terima.
“Keputusan yang sepenuhnya saya pahami dan hormati!” tuturnya.
Leavitt merupakan sekretaris pers Gedung Putih termuda sepanjang sejarah AS. Pekerjaannya itu membuatnya harus tampil di depan publik untuk menjelaskan berbagai hal soal AS atas nama Gedung Putih dan Trump.
Kiprahnya dalam pemerintahan Trump di AS makin menonjol dalam dua tahun terakhir, seiring Trump menjalankan berbagai kebijakan yang kontroversial, termasuk perang melawan Iran. Ia kerap tampil di depan publik untuk menjelaskan berbagai polemik terkait hal tersebut.
Leavitt sendiri telah memberikan keterangan bahwa pengunduran diri ini tidak berarti ia berhenti dari dunia politik. Ia menyebut Trump telah memintanya untuk tetap terlibat dalam politik, namun dalam kapasitas sebagai penasihat.
“Presiden Trump telah meminta saya untuk terus melayani sebagai penasihat utama baginya dari luar, dan saya akan selalu tetap menjadi pendukung vokal untuk MAGA dan Partai Republik,” tulisnya di media sosialnya pada Rabu.
Arti Penting Karoline Leavitt bagi Presiden AS Donald Trump
Ketika mengumumkan pengunduran diri Leavitt, Presiden AS Donald Trump menyebut perempuan 28 tahun itu sebagai “salah satu ajudan saya yang paling terpercaya”. Pujian itu tampaknya dinyatakan Trump bukan tanpa sebab. Leavitt dinilai memainkan peran penting dalam pemerintahannya.
Sebagai sekretaris pers, Leavitt mungkin tak memiliki kapasitas untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan. Namun, dalam dua tahun terakhir, ia menjadi sosok penting bagi pemerintahan Trump setiap kali perlu berhadapan dengan publik.
Periode kedua kepresidenan Trump di AS telah memicu berbagai kontroversi. Trump telah memutuskan untuk menegakkan aturan imigrasi yang keras, menyetop pendanaan AS di berbagai lembaga dunia, menerapkan tarif bea masuk produk impor, mengutarakan keinginan untuk mencaplok negara lain, menculik presiden negara lain hingga menyatakan perang dengan negara lain.
Dalam berbagai keputusan yang menuai kontroversi tersebut, pemerintahan Trump menggantungkan kesan publik terhadapnya melalui diri Leavitt. Perempuan ini tampil di depan publik untuk memberikan penjelasan setiap keputusan kontroversial Trump kepada publik.
“Ini pekerjaan yang sulit. Ini pekerjaan di mana, sebagai juru bicara Donald Trump, Anda harus dengan sengaja menyangkal kenyataan setiap hari,” kata anggota DPR AS dari Partai Demokrat, James Walkinshaw, tentang pekerjaan Leavitt.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































