tirto.id - Penembakan terjadi pada Sabtu sore (Minggu WIB) di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat. Peristiwa ini menimbulkan 1 korban jiwa (pelaku) dan 1 warga sipil terluka.
"FBI berada di TKP dan mendukung upaya Secret Service merespons penembakan di dekat kompleks Gedung Putih. Kami akan berikan informasi terbaru kepada masyarakat," kata Kepala FBI Kash Patel melalui media sosial X.
Secret Service AS mengonfirmasi adanya laporan penembakan di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW di dekat kompleks Gedung Putih.
"Kami mengonfirmasi laporan penembakan di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW dan bekerja untuk memperdalam informasi tersebut dengan personel di TKP," kata badan tersebut.
Seorang pria bersenjata mendekati Gedung Putih dari arah gerbang nomor 17 sekitar pukul 6 sore waktu setempat dan menembak tiga kali ke arah bangunan tersebut, sehingga memicu tembakan balasan dari agen Secret Service yang berhasil melumpuhkannya.
Menurut informasi dari media AS, Presiden Donald Trump dalam keadaan "aman".
Kronologi Penembakan di Dekat Gedung Putih
Menurut laporan BBC, berikut ini detik-detik peristiwa penembakan di dekat Gedung Putih:
Pukul 05.54 sore
Tembakan dilaporkan terdengar di dekat Gedung Putih. Secret Service AS langsung menangani insiden tersebut.
Pukul 06.00 sore
Dalam pernyataannya kepada CBS News, tembakan terdengar di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW.
Sejumlah jurnalis mengunggah di media sosial bahwa mereka berada di dekat White House untuk liputan lain ketika mendengar suara tembakan.
Dalam salah satu video, Selina Wang, reporter dari ABC News, terlihat berlindung setelah mendengar suara tembakan saat sedang merekam video untuk media sosial.
Pukul 06.12 sore
Jurnalis yang berada di sekitar White House dievakuasi. Mereka mendengar rentetan sekitar 20 tembakan sebelum diarahkan masuk ke ruang konferensi pers.
Pukul 06.16 sore
Dua orang terluka dalam insiden penembakan di dekat White House. Kedua orang tersebut adalah seorang tersangka dan warga yang diduga berada di lokasi.
Pukul 06:20 sore
Terjadi baku tembak antara pelaku dan Secret Service AS. Menurut sumber di lokasi kejadian, antara 15 hingga 30 tembakan dilepaskan selama insiden berlangsung.
Pukul 07.38 malam
Tersangka yang kena tembakan dari Secret Service dan dibawa ke rumah sakit setempat, dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, tidak ada petugas yang mengalami luka. Presiden berada di Gedung Putih saat insiden terjadi, namun tidak ada operasi perlindungan yang perlu dilakukan.
Pukul 09:15 malam
Tersangka yang tewas dalam insiden penembakan di luar White House telah diidentifikasi sebagai Nasire Best, pria berusia 21 tahun.
Tersangka sebelumnya pernah ditangkap oleh Secret Service pada Juli 2025 setelah mencoba memasuki Gedung Putih. Ia dikirim ke bangsal psikiatri untuk penanganan masalah kesehatan mental.
Hingga kini belum diketahui apa motif pelaku melakukan penembakan di Washington DC, dan belum ada konfirmasi mengenai jenis senjata yang digunakan.
Belum ada informasi soal identitas warga yang terkena tembakan, maupun apakah orang tersebut tertembak oleh peluru dari pelaku atau dari Secret Service.
Donald Trump yang berada di White House saat insiden penembakan terjadi, belum memberikan pernyataan apapun.
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id





























