tirto.id - Tim penyelamat Pakistan menemukan puing-puing pesawat Boeing 737 K2 Airways pada Rabu (8/7/2026). Meski lokasi reruntuhan telah ditemukan, otoritas setempat masih melakukan pencarian terhadap lima awak pesawat yang berada di dalam pesawat saat kejadian.
Puing pesawat ditemukan oleh tim gabungan yang melibatkan Angkatan Laut Pakistan dan sejumlah unsur sipil melalui operasi pencarian menggunakan kapal serta pesawat udara. Lokasi penemuan berada sekitar 53 mil laut atau sekitar 98 kilometer di sebelah selatan Pelabuhan Ormara, wilayah Laut Arab.
Meski puing-puing pesawat berhasil ditemukan, namun bangkai utama pesawat masih belum ditemukan.
Laksamana Muda Purnawirawan Faisal Shah dikutip AP News, Kamis (9/7/2026) menjelaskan bahwa kondisi pencarian menghadapi tantangan besar karena lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan berada di perairan yang sangat dalam.
Tim penyelamat masih berupaya menemukan bagian utama badan pesawat yang diyakini berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 3.000 meter atau 9.800 kaki. Untuk mencapai lokasi tersebut, penyelidik kemungkinan membutuhkan peralatan khusus untuk pencarian dan pengangkatan dari laut dalam.
Faisal Shah juga menambahkan bahwa penemuan puing-puing belum secara otomatis menunjukkan lokasi pasti jatuhnya pesawat. Menurutnya, arus laut, gelombang, dan angin dapat membawa bagian pesawat yang mengapung menjauh dari titik awal pesawat menghantam permukaan laut.
Oleh karena itu, tim pencarian masih harus melakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan lokasi bangkai utama pesawat sekaligus membantu proses investigasi penyebab kecelakaan.

Upaya Pencarian Terhadap 5 Awak Pesawat
Pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai swasta K2 Airways diketahui berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi.
Dalam perjalanan, pesawat melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi sebelum akhirnya kehilangan komunikasi dengan pengawas lalu lintas udara pada Selasa (7/7/2026) malam.
"Pesawat kargo Boeing 737-400 milik K2 Airways dengan nomor registrasi AP-BOI, yang berangkat dari Sharjah ke Karachi tadi malam, kehilangan kontak dengan Pengontrol Lalu Lintas Udara sekitar pukul 21:21 waktu Pakistan,” bunyi pernyataan resmi K2 Airways dikutip akun X @aviationbrk pada 8 Juli 2026.
Berdasarkan informasi awal dari Otoritas Bandara Pakistan, data radar menunjukkan pesawat mengalami perubahan arah secara tajam dan kemudian mengalami penurunan ketinggian dengan cepat sebelum kontak radar serta komunikasi radio terputus sekitar pukul 21.21 waktu Pakistan. Saat itu, posisi pesawat diperkirakan berada sekitar 155 mil laut atau 287 kilometer sebelah barat Karachi.
K2 Airways telah mengungkap identitas lima awak pesawat yang masih hilang dalam insiden tersebut. Mereka adalah Kapten Muhammad Rizwan Idrees sebagai pilot, First Officer Faisal Mehmood sebagai kopilot, teknisi penerbangan Mohammad Hamid dan Arif Siddiqui, serta petugas pemuat kargo Muhammad Toufique Khan.
Dalam pernyataannya, maskapai menyampaikan bahwa mereka terus berdoa dan berharap keselamatan bagi seluruh awak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Operasi pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan oleh organisasi terkait. K2 Airways sepenuhnya bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan lembaga pemerintah lainnya. Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan rekan-rekan kami," ucap K2 Airways.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan keprihatinan dan simpati kepada keluarga lima awak pesawat. Ia juga memerintahkan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah Pakistan meminta seluruh lembaga terkait bekerja sama dalam menemukan awak pesawat sekaligus mengungkap penyebab hilangnya pesawat tersebut.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































