tirto.id - Pesawat kargo AP-BOI milik maskapai K2 Airways dari Pakistan dilaporkan hilang kontak saat mengudara lepas pantai Karachi, Pakistan pada Selasa (7/7/2026). Pesawat yang pernah dipakai Garuda Indonesia ini diduga telah jatuh jika dilihat dari perubahan ketinggian melalui data penerbangannya. Bagaimana kronologinya?
Seturut Reuters, otoritas penerbangan Pakistan menyebut insiden itu terjadi pada Selasa malam waktu setempat. Pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways dengan kode registrasi AP-BOI itu sempat menghadapi masalah navigasi sebelum hilang kontak.
Ada lima awak pesawat yang dilaporkan tengah bertugas di dalam pesawat kargo tersebut ketika hilang kontak. Pihak berwenang Pakistan telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, sebagaimana dijelaskan Otoritas Bandara Pakistan melalui keterangan resminya di Facebook.
Sementara itu, menukil Flightradar24, data penerbangan pesawat K2 Airways menunjukkan adanya fase ekstrem yang terjadi sesaat sebelum pesawat hilang kontak. Ketinggian pesawat AP-BOI itu sempat naik-turun secara drastis sebelum komunikasi berakhir.
AP-BOI menjadi milik K2 Airways pada 2024 lalu dengan jenis pesawat Boeing 737-4MO. Namun, pesawat ini telah mengudara puluhan tahun lamanya dan pemiliknya silih berganti seiring waktu.
Pesawat ini mulai beroperasi sebagai pesawat penumpang pada 1999 dengan bendera maskapai Aeroflot dari Rusia. Kemudian, pesawat Boeing 737-4MO ini pernah jadi milik Garuda Indonesia pada 2004.
Kemudian pada 2012, pesawat diubah fungsinya sebagai pesawat kargo dan dimiliki maskapai TNT Airways. Kepemilikan pesawat ini sempat berpindah ke ASL Airlines sebelum dioperasikan K2 Airways kini dengan registrasi AP-BOI.
Kronologi Pesawat Kargo Boeing 747 AP-BOI Milik K2 Airways Hilang Kontak
Kronologi hilangnya kontak pesawat kargo AP-BOI milik K2 Airways bermula pada Selasa malam. Kala itu, pesawat tersebut sedang mengudara dari Kota Sharjah menuju Karachi.
Akan tetapi, sekitar pukul 21.18 waktu Pakistan, pesawat itu melaporkan adanya kendala pada sistem navigasi pesawat. Laporan ini kemudian ditanggapi pengontrol lalu lintas udara setempat dengan memandu pesawat agar dapat melintas di udara.
Pesawat kala itu tengah melintas di atas Laut Arab dekat Ormara di Balochistan, Pakistan dan kendala pada sistem navigasi semula tampak terkendali. Namun, tiga menit berselang, ketika pesawat sudah sekitar 155 mil laut dari tujuan, anomali terjadi.
Sistem radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan dan kenaikan ketinggian yang ekstrem dalam waktu yang singkat. Data pelacakan Fligtradar24 menunjukkan terjadi kekacauan dalam data penerbangan pesawat tersebut.
Pada menit-menit terakhir sebelum hilang kontak, AP-BOI tercatat telah terjun sekitar 5.000 kaki dalam kurun waktu kurang dari semenit, kemudian naik 6.000 kaki hanya dalam 30 detik, lalu kembali terjun bebas dari ketinggian 36.550 kaki.
Data ketinggian terakhir yang tercatat pada radar menunjukkan pesawat tersebut setidaknya telah terjun bebas hingga 1.100 kaki di atas permukaan laut sebelum hilang kontak.
Laju penurunan itu juga dilaporkan sangat curam dan tidak normal. Terjun dari 36.550 kaki menuju 1.100 kaki, laju vertikal pesawat itu tercatat minus 22.400 kaki per menit atau sekitar 400 kilometer per jam.
Ketika terjun bebas dengan kecepatan tinggi itu, pesawat AP-BOI milik K2 Airways tiba-tiba hilang kontak. Data awal menunjukkan potensi jatuhnya pesawat ke lepas pantai, namun konfirmasi resmi terkait nasib pesawat dan lima awak di dalamnya belum dijelaskan secara resmi oleh otoritas yang berwenang.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































