Menuju konten utama

Update Korban Banjir Sumatra & Kondisi Terkini Maninjau Sumbar

Update terbaru korban banjir Sumatra meninggal 1.177 dan orang hilang mencapai 148 jiwa. Banjir susulan juga terjadi di Maninjau Sumbar.  

Update Korban Banjir Sumatra & Kondisi Terkini Maninjau Sumbar
Ilustrasi Banjir. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah daerah di Sumatera Barat dilanda banjir susulan mulai Jumat (2/1/2026). Simak update terbaru korban banjir Sumatra dan kondisi terkini Maninjau Sumbar.

Banjir susulan melanda Kota Padang, Sumbar pada hari Jumat (2/1) di beberapa titik. Banjir susulan terjadi karena meluapnya debit air sungai setelah hujan deras. Akibatnya, puluhan kepala keluarga kembali mengungsi di tempat aman.

Selain Kota Padang, masyarakat di Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus mewaspadai banjir susulan akibat meluapnya aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau.

Sejumlah warga juga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah mendengar suara gemuruh dari wilayah hulu.

Akibat bencana banjir di wilayah Sumatra, badan nasional penanggulangan bencana terus melalukan update korban jumlah korban banjir di Sumatra melalui laman Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Update Korban Banjir Sumatra Hari Ini

Berdasarkan update data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga hari ini, Senin, (5/1/2026), jumlah korban meninggal terbaru akibat banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025 sudah mencapai 1.177 jiwa. Kemudian, jumlah orang hilang tercatat mencapai 148 jiwa.

Dari total jumlah korban meninggal tersebut, tiga kabupaten/kota dengan jumlah korban meninggal tertinggi ialah Aceh Utara 229 korban, Agam 194 korban, dan Tapanuli Tengah 127 korban.

Banjir bandang dan tanah longsor ini berdampak pada 52 kabupaten di tiga provinsi, dengan jumlah korban mengungsi sebanyak 242,2 ribu jiwa.

Kemudian, update data per 5 Januari 2026 menunjukkan totoal 178.479 rumah rusak. Dari total tersebut, 52.303 termasuk dalam kategori rusak berat, 43.933 rusak sedang, dan 82.243 rusak parah.

Berikut updatekorban banjir Sumatra per Senin, 5 Januari 2026:

1. Provinsi Aceh

  • Korban meninggal: 543 jiwa
  • Korban hilang: 31 jiwa
  • Total mengungsi: 217,8 ribu
  • Kabupaten/kota terdampak: 18
  • Rumah rusak sedang: 38.829 rumah
  • Rumah rusak berat: 44.682 rumah
  • Rumah rusak ringan: 61.677
  • Jembatan terputus: 17
  • Jalan terputus: 38
  • Fasilitas Kesehatan rusak: 141
  • Fasilitas pendidikan rusak: 1.312
2. Provinsi Sumatera Barat

  • Korban meninggal: 264 jiwa
  • Korban hilang: 74 jiwa
  • Total mengungsi: 10,8 ribu
  • Kabupaten/kota terdampak: 16
  • Rumah rusak sedang: 972 rumah
  • Rumah rusak berat: 2.691 rumah
  • Rumah rusak ringan: 4.080
  • Jembatan terputus: 13
  • Jalan terputus: 31
  • Fasilitas Kesehatan rusak: 7
  • Fasilitas pendidikan rusak: 659
  • Rumah ibadah rusak: 150
3. Provinsi Sumatera Utara

  • Korban meninggal: 370 jiwa
  • Korban hilang: 43 jiwa
  • Total mengungsi: 13,5 ribu
  • Kabupaten/kota terdampak: 18
  • Rumah rusak sedang: 4.133 rumah
  • Rumah rusak berat: 4.930 rumah
  • Rumah rusak ringan: 16.486
  • Jembatan terputus: 4
  • Jalan terputus: 31
  • Fasilitas Kesehatan rusak: 67
  • Fasilitas pendidikan rusak: 1.217
  • Rumah ibadah rusak: 22

Kondisi Terkini Maninjau Sumbar

Warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mewaspadai banjir susulan yang terus terjadi.

Sebab, suara gemuruh dari wilayah hulu dan tanah longsor di sekitar perbukitan jalan Kelok 25 pada Rabu (31/12) menyebabkan banjir susulan di wilayah Maninjau, Sumbar. Banjir susulan di wilayah tersebut dapat terjadi baik di saat cuaca hujan ataupun panas.

"Saya ketakutan tinggal di rumah, karena banjir bandang susulan sering terjadi saat hujan maupun kondisi cuaca panas," kata salah seorang warga Pasar Maninjau, Wita di Lubuk Basung, dikutip dari Antaranews, Minggu (4/1).

Mengingat pontensi banjir susulan yang terus mengintai, kepala keluarga di Desa Maninjau yang mengungsi ke tempat aman terus meningkat. Tercatat, warga yang mengusi saat ini kurang lebih 44 kepala keluarga, dari yang sebelumnya hanya 25 keluarga.

"Di mushala tempat saya mengungsi, ada 44 kepala keluarga dengan jumlah ratusan orang mengungsi disini," lanjutnya.

Dengan adanya potensi banjir susulan yang terjadi, Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung kondisi bukit yang menjadi hulu dari aliran Sungai Si Pisang di Jorong (Dusun) Lubuk Ladang Tinggi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Seturut laman Antaranews pada Senin (5/1), Pemerintah Kabupaten Agam akan segera menyiapkan early warning system atau sistem peringatan dini sebagai langkah mitigasi awal potensi banjir bandang susulan.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Agam juga tengah menyiapkan opsi penggabungan siswa ke beberapa sekolah terdekat yang tidak terdampak bencana alam. Apabila tidak memungkinkan dilakukan penggabungan, maka pemerintah setempat akan membuat sekolah darurat saat proses belajar mengajar (PBM) Semester II Tahun Ajaran 2025/2026.

Mengutip laporan Antaranews, per Sabtu, 3 Januari 2026, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melanjutkan operasi modifikasi cuaca di wilayah Sumbar. Sebab, potensi urah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terus terjadi di Sumbar.

Modifikasi cuaca ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan bencana serta pemulihan pascabencana di Sumbar.

Baca juga artikel terkait INFO BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo