Menuju konten utama

Update Karhutla Kalimantan, Sumatera dan Papua Hari Ini

Update karhutla 16 September 2026 di Kalimantan, Sumatra, dan Papua. SIPONGI dari Kemenhut mendeteksi 160 hotspot hingga pukul 12.00 WIB.

Update Karhutla Kalimantan, Sumatera dan Papua Hari Ini
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin menarik selang air untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hari ini, data SIPONGI dari Kementerian Kehutanan mendeteksi 160 titik panas (hotspot) dengan status high confidence dalam pemantauan 12 jam terakhir hingga Rabu (16/9/2026) pukul 12.00 WIB.

160 titik panas tersebut terdeteksi di berbagai lokasi di Indonesia, termasuk wilayah Sumatera, Kalimantan, sampai Papua, hasil penginderaan dari tiga satelit utama.

Satelit NASA-SNPP mendeteksi 80 hotspot, disusul NASA-TERRA/AQUA sebanyak 65 hotspot, dan NASA-NOAA20 mencatat 15 hotspot.

Karhutla Kalimantan: Hotspot Tersebar, Kalbar Capai 48.535 Hektare

Sebaran titik panas di Kalimantan mencakup beberapa provinsi. Di Kalimantan Tengah, hotspot terkonsentrasi di Kotawaringin Barat, khususnya Kecamatan Kumai, seperti Desa Sungai Cabang dan Teluk Pulai. Titik panas lainnya terdeteksi di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Timur, Katingan, Palangkaraya, Pulang Pisau, Seruyan, dan Sukamara.

Kalimantan Barat jadi wilayah dengan dampak area terbakar terluas. BNPB mencatat total area terdampak karhutla di provinsi tersebut sudah tembus 48 hektare per September 2026. Angka ini diperoleh dari hasil sinkronisasi penginderaan satelit di SIPONGI seluas 38.310 hektare, ditambah pengukuran langsung tim lapangan mencapai 10.224 hektare.

Untuk menanggulangi karhutla di Kalimantan Barat, pemerintah mengerahkan 14.759 personel satuan tugas darat. Operasi udara turut diperkuat dengan lima helikopter patroli dan modifikasi cuaca, serta sembilan helikopter water bombing. Pemerintah Jepang juga mengirim bantuan satu unit helikopter pemadam, tetapi penerbangannya masih tertahan menunggu tingkat jarak pandang aman di atas 3.500 meter.

Sumatra: Konsentrasi Hotspot di Jambi, Riau, dan Sumsel

Di Pulau Sumatra, pemantauan SIPONGI mencatat konsentrasi titik panas di Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Wilayah Jambi mencatat titik panas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya Kecamatan Muara Sabak Barat. Di Riau, titik panas muncul di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar.

Sumatera Selatan menjadi area dengan konsentrasi indikasi titik panas paling padat di Sumatra. Sebarannya terdeteksi di Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Wilayah Bayung Lencir di Musi Banyuasin serta kawasan Kayu Agung, Pedamaran, Sungai Menang, dan Tulung Selapan di OKI menjadi area pemantauan intensif petugas.

BNPB melalui siaran pers memprediksi sebagian besar wilayah di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan wilayah timur Indonesia masih masuk dalam rentang kategori mudah hingga sangat mudah terbakar sampai 17 September 2026. Prediksi kekeringan ini dipicu oleh proyeksi tingkat curah hujan harian yang berada pada kategori menengah- rendah.

Papua: Hotspot Terdeteksi di Tiga Provinsi

Indikasi titik panas karhutla juga terdeteksi di kawasan Indonesia timur, meliputi wilayah Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Di Papua Barat, indikasi hotspot terpantau di Kecamatan Teluk Arguni Atas dan Teluk Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana.

Sementara untuk wilayah Papua Selatan, seluruh titik panas terisolasi di Kabupaten Merauke, khususnya kawasan Jagebob dan Tanah Miring. Di Provinsi Papua Tengah, satelit mendeteksi titik panas di Kabupaten Puncak yang tersebar di empat wilayah, yaitu Kecamatan Agandugume, Amungkalpia, Gome, dan Gome Utara.

Guna mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan dan karhutla nasional, BNPB memperkuat pengerahan Satgas Prioritas di berbagai daerah rawan. BNPB mengimbau pemerintah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan.

Berikut data hotspot di SIPONGI dalam pemantauan 12 jam terakhir hingga Rabu (16/9/2026) pukul 12.00 WIB.

SatelitJumlah HotspotTingkat Kepercayaan
NASA-TERRA/AQUA65High confidence
NASA-SNPP80High confidence
NASA-NOAA2015High confidence
Total160High confidence

*Hotspot merupakan indikasi titik panas berdasar penginderaan satelit, tidak selalu berarti adanya kebakaran. Selain itu, satu lokasi bisa terdeteksi oleh lebih dari satu satelit, sehingga 160 deteksi bukan berarti 160 kebakaran atau 160 lokasi berbeda.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Edusains
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora