Menuju konten utama

Area Karhutla di Kalimantan Barat Capai Lebih dari 48 Hektare

Helikopter Chinook bantuan Jepang belum bisa beroperasi memadamkan karhutla di Kalimantan Barat karena pekatnya kabut asap.

Area Karhutla di Kalimantan Barat Capai Lebih dari 48 Hektare
Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). BMKG Kalimantan Barat mencatat hasil pantauan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 1 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 762 titik panas kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 12 kabupaten di provinsi setempat yaitu antara lain Ketapang, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 48 ribu hektare per September 2026.

"Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa (15/9/2026) dilansir dari Antara.

Berton menjelaskan angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data dari sistem pantauan satelit (SiPongi) per 31 Juli 2028 yang dipadukan dengan hasil pengukuran tim BNPB secara langsung di lapangan.

Sebagai upaya mitigasi, pemerintah telah mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 14.759 personel satuan tugas (Satgas) darat.

Kekuatan tersebut juga didukung oleh pengerahan Satgas udara yang mengoperasikan lima unit helikopter patroli/teknologi modifikasi cuaca (OMC) dan sembilan helikopter pemadam (water bombing).

"Ada pun jumlah titik api yang ditemukan (pada 14 September 2026) sebanyak 19 titik dengan estimasi terbakar kemarin adalah 261 hektare lebih dan yang dapat dipadamkan sebesar 180 hektare lebih, dengan rincian dipadamkan oleh Satgas Darat sebesar 175 hektare lebih, dipadamkan oleh Water Bombing atau Satgas Udara adalah 5 hektare lebih. Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026," ujarnya.

Berton turut mengonfirmasi bahwa bantuan unit helikopter dari pemerintah Jepang sebenarnya telah tiba di Kalimantan Barat untuk membantu proses pemadaman.

"Namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah, dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ucapnya melanjutkan.

Pekatnya kabut asap tersebut telah menyebabkan kualitas udara di berbagai wilayah seperti Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, hingga Ketapang berada pada kategori berbahaya, dengan jarak pandang anjlok hingga di bawah 1 kilometer.

"Kondisi cuaca beberapa hari ini ada beberapa terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau." kata Berton.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto