tirto.id - Kecelakaan tunggal mobil dump truk bermuatan pasir yang mengangkut 15 penumpang terguling di jalur Desa Baupana menuju Desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/10/2026) pagi. Insiden ini menyebabkan 5 orang meninggal dunia serta 10 orang mengalami luka-luka.
Lima korban meninggal dunia yakni Marlina Kewa Lamataro (34), Monika Kewa Lasar (72), Teodora Magi (60), Maria Mikaela Gete Raang (62), dan Yohana Uri (52).
Kecelakaan ini terjadi setelah dump truk saat dalam perjalanan menuju Kampung Lama, Desa Banitobo untuk mencari buah kemiri.
Kasat Lantas Polres Lembata, Iptu Januardana Rambi, mengatakan sejumlah penumpang mengalami benturan dan tertimbun material pasir yang berada di dalam kendaraan, sehingga mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka.
“Para korban dievakuasi oleh personel Polres Lembata bersama masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Hadakewa,” ujarnya.
Terhadap korban luka-luka, 7 orang korban dirujuk ke RSUD Lewoleba untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, 1 orang luka ringan dirawat di Puskesmas Hadakewa, sementara 2 orang lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Sopir telah diamankan di Polres Lembata, sementara Satlantas Polres Lembata melakukan olah TKP,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baopana, Kamilus Yeremias Lodan, mengatakan para korban berangkat dari desa dengan menumpang truk yang juga mengangkut belasan orang.
"Mereka mau pergi pilih buah kemiri ke kampung lama (Lelaweran). Dari desa mereka numpang truk," kata Kamilus.
Pemerintah Kabupaten Lembata turut berduka cita sedalam-dalamnya. Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan pernyataan resmi atas peristiwa ini.
"Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan dump truck di Desa Baopana, hari ini, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita bersama,” ungkap Bupati Lembata.
Bupati Kanis menegaskan bahwa musibah ini tidak boleh dipikul sendirian oleh keluarga yang ditinggalkan. Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara menyeluruh.
"Saya telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk segera mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait, memastikan evakuasi berjalan lancar, dan pelayanan terbaik bagi keluarga korban,," tegas Bupati.
Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Baopana dan Kecamatan Lebatukan, Bupati Kanis Tuaq mengajak untuk saling merangkul dan menguatkan.
"Kita adalah satu keluarga. Mari kita hadapi duka ini bersama-sama, saling membantu dan meringankan beban sesama. Pemerintah hadir di tengah kalian, dan tidak akan membiarkan siapa pun berduka sendirian," ucapnya.
"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima para korban di sisi-Nya, menempatkan mereka di tempat yang paling baik, dan memberikan kekuatan serta ketabahan yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































