tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan 22 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang dinilai memiliki profil risiko tinggi bagi anak.
Penetapan tersebut merupakan bagian dari evaluasi enam bulan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
Dari 22 PLF tersebut, 14 telah ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sedangkan delapan lainnya telah selesai menjalani proses verifikasi dan tinggal menunggu penetapan.
PLF merupakan produk, layanan, atau fitur yang disediakan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan digunakan masyarakat di ruang digital.
Dalam konteks PP TUNAS, setiap PLF dinilai berdasarkan potensi risikonya terhadap anak, kemudian dikelompokkan ke dalam profil risiko rendah atau tinggi.
PLF yang masuk kategori risiko tinggi berarti layanan tersebut dinilai memiliki potensi risiko yang lebih besar terhadap anak sehingga membutuhkan perhatian dan langkah pelindungan yang lebih kuat.
Penilaian dilakukan melalui proses self-assessment oleh PSE yang kemudian diverifikasi oleh Komdigi. Lantas, platform apa saja yang masuk dalam daftar 22 PLF berprofil risiko tinggi bagi anak tersebut?
Daftar 22 Platform yang Berisiko Bagi Anak Menurut Komdigi
Komdigi mengevaluasi penerapan PP TUNAS setelah enam bulan mulai diterapkan. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah platform digital benar-benar menjalankan aturan yang mewajibkan mereka memberikan perlindungan kepada anak saat menggunakan layanan digital.
Pemerintah tidak hanya melihat apakah platform sudah memenuhi kewajiban secara administratif, tetapi juga melihat apakah mereka sudah menerapkan langkah nyata untuk mengurangi berbagai risiko yang dapat dihadapi anak di internet.
Dari hasil evaluasi tersebut, penerapan kewajiban pelindungan anak mulai terlihat melalui beberapa tahapan. Pertama, platform digital melakukan penilaian mandiri atau self-assessment terhadap produk, layanan, dan fitur (PLF) yang mereka miliki.
Setelah itu, hasil penilaian tersebut diverifikasi oleh Kemkomdigi untuk menentukan tingkat risiko masing-masing layanan terhadap anak.
Berdasarkan hasil verifikasi, suatu PLF dapat masuk dalam kategori risiko rendah atau risiko tinggi. Klasifikasi ini penting karena semakin tinggi risikonya, semakin besar pula kebutuhan untuk menerapkan perlindungan terhadap anak.
Pemerintah menyebut berbagai langkah tersebut saat ini telah memberikan perlindungan kepada sekitar 28 juta anak di Indonesia dari berbagai risiko di ruang digital.
“Enam bulan ini menjadi tahap penting untuk melihat apakah kewajiban pelindungan anak benar-benar dijalankan oleh platform. Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam keterangannya di Konferensi Pers Progres Implementasi PP TUNAS di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/09/2026).
Hingga 6 September 2026, sebanyak 252 PLF dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan self-assessment. Dari jumlah tersebut, Komdigi sudah melakukan verifikasi terhadap 60 PLF. Hasilnya, 38 PLF masuk kategori risiko rendah, sedangkan 22 PLF masuk kategori risiko tinggi.
PLF berisiko tinggi adalah layanan yang menurut hasil penilaian Komdigi tidak aman bagi anak. Artinya orang tua diharapkan tidak memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun pada PLF berisiko tinggi tersebut. Ini daftarnya:
Empat belas PLF yang sudah ditetapkan sebagai risiko tinggi:
- Aplikasi Lazada
- Situs Web Lazada
- Blibli
- BMoney
- Vidio
- Hago App
- SnackVideo
- X
- Sola Mahjong
- Goddess of Victory: NIKKE
- Age of Empires Mobile
- Valorant
- Teamfight Tactics Mobile
- Apple Podcasts
- WeTV (Layanan Streaming)
- MAXStream TV
- Discord
- Telegram Messenger
- YouTube
- Ludo World–Ludo Superstar
- Crossfire: Legends
28 PLF yang sudah ditetapkan sebagai risiko rendah:
- Apple Arcade
- Lapak Gaming
- Itemku
- App Store
- Apple Books
- Situs Web Lazada Service
- OPPO Official Website
- Game Center & Games
- Google Shopping
- Livin' Next-G
- Eidupay
- DANA
- UniPin
- Livin' by Mandiri
- Netflix Kids Profile
- FaceTime
- iMessage
- Google Messages
- Gmail
- Canva Pendidikan
- iCloud Drive & Photos
- Siri
- YouTube Kids
- Google Maps
- Gemini
- Apple Maps
- Apple Invites
- Google Classroom
- Google Play
- PlayStation
- Apple Music
- Apple TV
- Spotify
- Ruangguru App dan Ruangguru Web-based
- Google Workspace
- Google Search
- Safari
- Google Photos
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































