Menuju konten utama

Imbauan Komdigi Soal Demo di Jakarta: Jaga Ruang Digital

Simak imbauan dari Komdigi mengenai aksi demo yang berlangsung hari ini, Kamis (27/8/2026) di Jakarta.

Imbauan Komdigi Soal Demo di Jakarta: Jaga Ruang Digital
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat untuk menjaga ruang digital tetap kondusif selama aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di Jakarta.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, meminta masyarakat untuk memakai media sosial dengan baik, tidak melakukan ujaran kebencian atau provokasi, dan menjaga ruang digital tetap aman.

"Kami berharap masyarakat yang menggunakan media sosial dapat menggunakan media sosial dengan baik, bertanggung jawab, tidak melakukan ujaran kebencian maupun memprovokasi, ujar Alex di Kantor Komdigi, Rabu (26/8).

Alex pun berharap kegiatan demo bisa berjalan dengan baik, seiring dengan ruang digital yang dijaga agar tetap kondusif.

"Itu sih yang kita harapkan sehingga besok kegiatan yang akan diadakan itu bisa berjalan dengan baik tidak hanya di ruang fisik tetapi juga di ruang digital kita," ujar Alex.

Demo hari ini berlangsung di depan Gedung DPR/MPR oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Sejumlah tuntutan demo di antaranya mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset hingga penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Polisi mengerahkan 18.504 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa hari ini. Pengamanan dilakukan sejak pukul 07.00 WIB, melibatkan sejumlah pejabat utama dan perwira pengendali.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengungkapkan, pengamanan melalui pendekatan humanis. Polisi tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," ujar Reynold dalam keterangan diterima Tirto, Kamis (27/8/2026).

Ia bilang, pihaknya melakukan pengamanan yang terbagi dalam sejumlah zona. Hal ini untuk mengantisipasi konsentrasi massa sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Ia mengimbau, masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi untuk memperhatikan perkembangan situasi di lapangan dan mengikuti arahan petugas.

"Untuk pengguna jalan, kami mengimbau agar menghindari sementara titik-titik yang menjadi lokasi aksi apabila terjadi kepadatan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan gunakan jalur alternatif," sebutnya.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Abdul Aziz