Menuju konten utama

Komdigi Sebut Dua Perpres AI Tinggal Paraf Presiden Prabowo

Dua Perpres itu terkait buku putih peta jalan kecerdasan artifisial dan etika kecerdasan artifisial.

Komdigi Sebut Dua Perpres AI Tinggal Paraf Presiden Prabowo
Doorstop dengan Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), di Morrissey Hotel, Kamis (03/08/26). tirto.id/Putri Az zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap dua Peraturan Presiden (Perpres) terkait kecerdasan buatan (AI) tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Dua Perpres itu terkait buku putih peta jalan kecerdasan artifisial dan etika kecerdasan artifisial.

"Tinggal Presiden (tanda tangan Perpres),” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam acara OpenAI, di Morrissey Hotel, Kamis (03/08/26).

Edwin berkata dua beleid tersebut ditargetkan rampung tahun ini. “Harapan kami begitu. Insyaallah," tutur Edwin.

Menurut Edwin, penyusunan aturan tersebut melibatkan pelaku industri dan akademisi melalui konsultasi publik.

Edwin mengatakan industri telah mendapatkan draf dan saat ini menunggu kepastian aturan tersebut karena dinilai dapat memberikan arahan yang jelas mengenai pemanfaatan AI.

“Jadi, memang itu, kan, kasih clear guidance mengenai AI ini diarahkan ke mana,” kata Edwin.

Edwin menjelaskan Perpres etika AI nantinya mengatur batasan pemanfaatan kecerdasan buatan, termasuk kategori penggunaan yang dilarang, penggunaan dengan pengawasan ketat, dan penggunaan berisiko ringan. Pengaturan lebih detail nantinya diturunkan kepada kementerian dan lembaga terkait.

“Perpres ini menyiapkan arah prioritasnya itu apa. Hal-hal apa yang boleh, hal-hal yang tidak boleh,” ujar Edwin.

Sementara aturan AI untuk anak, kata dia, sudah terakomodasi dalam PP Perlindungan Anak dan UU ITE tentang pornografi. Namun, ia mengaku tidak berwenang saat ditanya soal pengawasan iklan AI dewasa yang muncul secara acak kepada pengguna.

“Nah itu bukan kewenangan saya untuk menjawab (aturan AI untuk anak),” kata Edwin.

Baca juga artikel terkait ARTIFICIAL INTELLIGENCE atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama