Menuju konten utama

Update Gunung Semeru Meletus Hari Ini & Info Aktivitas Merapi

Gunung Semeru kembali meletus hari ini (4/11) pukul 07:14 WIB. Simak update Gunung Semeru dan aktivitas Gunung Merapi hari ini.

Update Gunung Semeru Meletus Hari Ini & Info Aktivitas Merapi
Ilustrasi Gunung Semeru. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update Gunung Semeru dilaporkan kembali meletus hari ini, Selasa, 4 November 2025. Sementara itu, aktivitas Gunung Merapi juga teramati mengeluarkan guguran lava ke arah Kali Krasak.

Gunung Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pengamatan MAGMA Indonesia, saat ini aktivitas Gunung Semeru berada di level II atau waspada.

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mempertahankan status Gunung Merapi berada di level III atau siaga.

Update Gunung Semeru Meletus Hari Ini

Gunung Semeru meletus pada hari ini (4/11) pukul 07:14 WIB, dengan tinggi kolom abu 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). Seturut laporan MAGMA Indonesia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.

Sementara itu, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 170 detik. Sebagai informasi, Selama periode 1 Januari hingga 4 November 2025 pukul 10.00 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak 2.759 kali.

Melihat aktivitas Gunung Semeru yang meningkat, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat juga tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Jarak tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Kemudian, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2,5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Info Aktivitas Merapi Hari Ini

Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Selasa, 4 November 2025 mengeluarkan tiga kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km.

Pengamatan visual Gunung Merapi hari ini (4/11) periode 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I. Kemudian, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca di sekitar Gunung Merapi berawan, angin tenang ke arah timur.

Sementara itu, suhu udara sekitar Gunung Merapi hari ini (4/11) berada di angka 18-20.9 derajat celcius, dengan kelembaban 87.1-96 persen dan tekanan udara 873.1-916.4 mmHg.

Kemudian, pengamatan kegempaan Gunung Merapi menunjukkan adanya 16 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm.

Berdasarkan data tersebut, Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.

Hingga kini, Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga. Pada level III atau siaga, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.

Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh MAGMA Indonesia bagi masyarakat di sekitar Gunung Merapi:

  • Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
  • Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
  • Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG SEMERU atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo