tirto.id - Komisaris Utama Universal BPR, Kaman Siboro, mengatakan pihaknya membukukan total aset sebesar Rp2,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp36 miliar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025.
"Universal BPR membukukan total aset sebesar Rp2,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp36 miliar," ujar Kaman dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/6/2026).
"Rasio kredit bermasalah [NPL Gross] tercatat sebesar 3,93 persen, berada di bawah batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator, sehingga mencerminkan kualitas kredit yang tetap terjaga," lanjut dia.
Kaman Siboro melanjutkan, di sisi profitabilitas, ROE sebesar 19,4 persen menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal secara efektif dan menghasilkan kinerja yang solid.
Kata dia, Universal BPR terus berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen itu disebut diwujudkan melalui berbagai produk tabungan, deposito, dan fasilitas kredit.
"Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade, Universal BPR optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tutur Kaman Siboro.
Ia menyatakan, dinamika ekonomi global dan regional menjadi satu tantangan tersendiri bagi industri perbankan, termasuk BPR. Perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan disebut telah mendorong perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat dalam layanan keuangan dari bank.
Menurut Kaman Siboro, di tengah tantangan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha mewujudkan industri BPR untuk terus tumbuh dan kontributif terhadap sektor UMKM.
"Apa yang kita raih hingga saat ini merupakan hasil kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak. Mari kita terus menjaga integritas, respek, dan perbaikan terus-menerus. Dengan semangat 'Cepat, Aman, Peduli', saya percaya visi dan misi Universal BPR dapat terus terwujud dengan baik," ujar Kaman Siboro.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































